Mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di tahun 2021. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KUKERTA Angkatan 48 ini sebagian besar dilaksanakan secara daring. Pelepasan secara virtual dilaksanakan Selasa (06/07). Mengusung tema “Kembali ke Desa, Membangun Bersama”, pelepasan dilakukan langsung oleh Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Su’aidi, MA., Ph.D.

Hadir pada acara pelepasan di antaranya adalah Wakil Rektor III Bidang Administrasi Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Bahrul Ulum, MA., Kepala Biro AUPKK Hj. Sri Ilham Lubis, Lc, M.Pd., Kepala Biro AAKK Dr. H. Ahmad Munir, MA., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Ayub Mursalin, MA., Sekretaris LPPM Dr. Sya’roni, M. Pd., Dekan di lingkungan UIN beserta perwakilan masing-masing 1 orang mahasiswa peserta KUKERTA.

“Pelaksaan KUKERTA tahap I tahun ini diikuti 1375 mahasiswa terdiri dari 146 kelompok. Pelaksaan KUKERTA sudah kita persiapkan jauh-jauh hari, mulai dari teknis pelaksanaan, buku panduan dan lain sebagainya, dan juga anggaran. Kita semua tentu berharap kondisi pandemi ini tidak mengubah makna KUKERTA yang sesungguhnya. Dengan kata lain, civitas akademika terutama para mahasiswa, tetap bisa menerapkan ilmu yang didapatkan di ruang-ruang kelas dengan mengabdi ke masyarakat secara langsung,” kata Dr. Ayub Mursalin, MA., Ketua LPPM saat menyampaikan laporan di awal acara.

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Su’aidi, MA., Ph.D. dalam sambutanya menyampaikan kerinduan terhadap mahasiswa di kampus.

“Saya sangat merindukan kehadiran mahasiswa di kampus kita tercinta ini. Rasa hampa menyelimuti saya sebagai pimpinan di kampus ini. Namun kondisi pandemi ini membuat kita berjarak dan harus tetap menjalankan protokol Kesehatan. Kita semua berharap semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita do’akan siapa saja yang terpapar covid-19 semoga segera disembuhkan oleh Allah Swt”. ujarnya

Rektor menambahkan, KUKERTA ini adalah bagian dari proses pembelajaran. Mahasiswa diharapkan dapat menyampaian trans integrasi keilmuan. Integrasi keilmuan Islam di kalangan para pemikir pendidikan Islam di Indonesia selama ini dipandang masih berserakan dan belum dirumuskan dalam suatu tipologi pemikiran yang khas, terstruktur, dan sistematis. Bahkan transformasi beberapa IAIN/STAIN menjadi UIN pun dipandang belum menggambarkan peta pemikiran keilmuan Islam, baik di Indonesia maupun di dunia Islam pada umumnya; baik masa klasik maupun kontemporer.

Itulah sebabnya UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengusung gagasan trans integrasi keilmuan. Bagi rektor ini penting untuk dapat terus disampaikan dan diperkenalkan kepada siapa saja.

“Dengan gagasan trans integrasi keilmuan kita berharap kedepan, alumni kita merupakan ulama yang saintis dan saintis yang ulama sehingga mereka menjadi satu kesatuan yang dapat diterima ditengah masyarakat dan paham akan ilmu sain dan agama sekaligus” tambahnya

Diakhir sambutan Rektor langsung melepas secara resmi peserta KUKERTA. Acara ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Baharudin, M. Ag. dan dilanjutkan dengan pengarahan dari Ketua LPPM.

 

By Baha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *