Jambi, 10 Oktober 2025 — Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi resmi memulai rangkaian Pembekalan Duta Gender, Anak, dan Disabilitas 2025 secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (10/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan seleksi calon Duta Gender yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepemimpinan mahasiswa dalam membangun kampus yang inklusif dan bebas kekerasan.
Acara dibuka oleh Korpus Gender, Anak, dan Disabilitas yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam isu kesetaraan gender, pencegahan kekerasan seksual, serta advokasi terhadap anak dan penyandang disabilitas di lingkungan kampus.
Sesi langsung dilanjutkan dengan materi bertajuk “Peran Duta Gender dalam Mewujudkan Kampus Inklusif dan Bebas Kekerasan.” Materi ini menegaskan bahwa Duta Gender memiliki peran penting sebagai role model yang menanamkan semangat nilai keadilan dan kesetaraan di lingkungan akademik.
Sesi berikutnya diisi dengan perkenalan lebih dekat calon Duta Gender 2025, di mana para peserta berbagi motivasi dan pengalaman pribadi. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa keikutsertaannya dilatarbelakangi oleh pengalaman menjadi korban bullying yang kini menjadi dorongan untuk bangkit dan menginspirasi orang lain. Sementara itu, peserta lain mengaku termotivasi karena ingin lebih memahami dan berinteraksi dengan mahasiswa difabel di sekitarnya, agar tercipta lingkungan belajar yang lebih inklusif.
Menjelang akhir kegiatan, panitia memberikan arahan dan penjelasan teknis untuk kegiatan Hari Kedua yang akan dilaksanakan secara luring. Peserta diberikan panduan mengenai pembagian kelompok, format wawancara, serta penugasan yang akan menjadi bagian dari proses penilaian calon Duta Gender 2025.
Hari kedua pembekalan dijadwalkan berlangsung Senin, 13 Oktober 2025 secara langsung di Aula UIN STS Jambi, dengan agenda wawancara kelompok, sesi berbagi pengalaman bersama Duta Gender 2024, serta pelatihan menulis berita dan kampanye digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas calon Duta Gender dalam berperan aktif sebagai pelopor kampus yang aman, setara, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika.
Editor: Doni