Jambi (08/08/25) Pusat Layanan dan Kerjasama Internasional (PLKI), LPPM UIN STS Jambi berhasil melaksanakan webinar internasional yang merupakan bagian dari kerjasama dengan Kaduna State University (KSU) Nigeria. Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang akan dijadikan dasar dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam waktu dekat. Sebagai pemateri dalam kegiatan ini, hadir Dr. (cand.) Abdulkadir Sani Zubairu, FLTA. Selain menjadi dosen di KSU, Abdulkadir Sani juga merupakan alumni dari program Foreign Language Teaching Assistant (FLTA) di Michigan State University, Amerika Serikat.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Anwar menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan negara-negara di Global South. “Sebagai institusi pendidikan di negara-negara Global South, kita menghadapi tantangan dan peluang yang unik. Dengan berkolaborasi lintas batas, kita dapat saling belajar dari pengalaman masing-masing dan bekerja bersama untuk solusi yang memberdayakan kita semua. Kemitraan dengan Universitas Negeri Kaduna bukan hanya untuk pertukaran akademik, tetapi juga merupakan kesempatan untuk membangun visi bersama bagi masa depan yang lebih baik, tidak hanya bagi kedua negara kita, tetapi juga bagi Global South secara lebih luas,” ujar Prof. Kasful dalam paparannya. Lebih lanjut, rektor UIN STS Jambi menekankan tiga tujuan penting dalam kegiatan ini: (1) Memulai beberapa program awal sebelum penandatanganan MoU; (2) Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya membangun komunitas antaragama; dan (3) Mendorong kunjungan serta pertukaran antara mahasiswa dan dosen dari UIN Jambi dan Universitas Negeri Kaduna di masa depan.
Dr. (cand.) Abdulkadir Sani Zubairu, dalam presentasinya, menyampaikan beberapa poin penting, antara lain: (1) Kita hidup dalam “global village”, yang berarti kita tidak dapat lagi memprioritaskan satu etnis atau agama saja. Semua pihak harus saling bekerjasama dan membangun komunikasi yang positif untuk mengurangi konflik; (2) Diperlukan dialog antaragama atau kegiatan lainnya untuk mempromosikan toleransi antar agama; (3) Mayoritas konflik yang terjadi bukan disebabkan oleh ajaran agama, tetapi lebih karena kepentingan politik. Sudah saatnya umat beragama sadar agar tidak mudah terpecah belah oleh segelintir orang yang ingin memanfaatkan perpecahan untuk meraih kekuasaan; (4) Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan contoh, beliau dihormati oleh pemeluk agama lain; dan (5) Sebagai umat Muslim, kita harus bisa merepresentasikan Islam yang sebenarnya sehingga dengan menjadi duta yang baik, Islamophobia dapat hilang dengan sendirinya.
Topik ini mendapat perhatian serius dari para audiens, terutama dari peserta yang hadir dari Kaduna State University. Tak kurang dari lima pertanyaan dilontarkan yang sebagian besar mengangkat kasus-kasus yang terjadi di Nigeria.
Ketua LPPM, Fridiyanto, sangat mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Korpus PLKI dalam membangun jejaring dan kerjasama internasional. “Webinar hari ini merupakan langkah penting bagi PLKI dalam membangun kerjasama yang akan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan PKS. Semoga usaha dan program yang dilakukan oleh Korpus PLKI dapat mewujudkan agenda Rektor dalam internasionalisasi UIN Jambi,” ucapnya. Fridiyanto juga menyampaikan bahwa banyak peserta dari berbagai negara yang hadir dalam webinar ini sebagai bentuk komitmen dalam membangun Islam moderat. “Saya melihat banyak peserta dari luar negeri yang ingin mengetahui lebih banyak tentang hubungan antar agama di Indonesia. Alhamdulillah, dengan webinar ini, UIN Jambi dapat menyuarakan praktik Islam moderat di Indonesia. Ini adalah komitmen UIN Jambi dalam mengembangkan Islam moderat, seperti yang disampaikan oleh Rektor tadi,” tutupnya.
Webinar internasional ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan peserta umum dari UIN STS Jambi, Kaduna State University, serta berbagai negara lainnya. Dion Ginanto, selaku moderator dan Ketua PLKI, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi yang pertama dan terakhir, namun akan terus berlanjut dalam bentuk webinar, guest lectures, atau kolaborasi lainnya.
Di akhir sesi, kedua kampus berkomitmen untuk tidak hanya sekadar menandatangani MoU secara seremonial, namun juga sepakat untuk memulai beberapa kegiatan terlebih dahulu, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman.
Editor: Doni