Jambi, 11 Februari 2026 — Evaluasi capaian akademik, identifikasi tantangan pembelajaran, serta penguatan sistem pendampingan menjadi fokus utama koordinasi tahunan pembelajaran mahasiswa difabel yang dilaksanakan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (GAD) yang diselenggarakan di Fakultas Adab. Agenda ini merupakan bagian dari mekanisme monitoring berkelanjutan untuk memastikan layanan pendidikan inklusif berjalan efektif.
Fakultas Adab saat ini tercatat sebagai fakultas dengan populasi mahasiswa difabel terbanyak di lingkungan UIN Jambi. Kegiatan koordinasi dihadiri dan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Adab, Dr. Dian Mursida, M.Ag beserta jajaran pimpinan dan para Ketua Program Studi. Pertemuan membahas progres akademik mahasiswa difabel setiap semester sekaligus memetakan hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Salah satu mahasiswa difabel bahkan mencatat prestasi akademik sangat baik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9.
Forum ini juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dosen dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan kampus inklusif. Ke depan, Fakultas Adab bersama Pusat GAD akan terus memperkuat dukungan melalui sistem pendampingan yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Optimalisasi peran volunteer mahasiswa direncanakan dapat dikonversi menjadi kegiatan Kukerta, sehingga memberikan manfaat akademik sekaligus sosial.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN STS Jambi, Fridiyanto, menegaskan bahwa koordinasi ini merupakan bagian penting dari komitmen institusi dalam membangun kampus yang ramah difabel. “Monitoring berkala seperti ini memastikan mahasiswa difabel tidak hanya diterima secara administratif, tetapi benar-benar didukung dalam proses akademiknya. Inklusi harus hadir dalam praktik pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.
Saat ini terdapat 10 mahasiswa difabel aktif di Fakultas Adab yang tersebar di Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sastra Inggris, mulai semester 1 hingga semester 5. Fakultas Adab juga telah memiliki lulusan mahasiswa difabel yang berhasil melanjutkan studi hingga jenjang magister. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya pembangunan ekosistem pembelajaran yang ramah difabel dan setara.
Sebelumnya, Pusat GAD telah melakukan koordinasi serupa dengan Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Agustina Mutia, SE., M.EI. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program PGAD dalam memonitor dan memastikan layanan pendidikan inklusif bagi mahasiswa difabel di UIN STS Jambi berjalan secara berkelanjutan.
Dalam beberapa hari ke depan, koordinasi lanjutan akan diagendakan ke Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Syariah yang memiliki mahasiswa difabel aktif. Langkah ini dilakukan untuk menyamakan visi dan memastikan komitmen kampus inklusif diterapkan secara merata di seluruh fakultas.
Editor: Doni