LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar evaluasi persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan bebas dari persoalan krusial. Evaluasi tersebut juga menjadi ruang koordinasi berbagai agenda pengabdian masyarakat yang tengah dipersiapkan LPPM melalui empat skema KKN, yakni Reguler, Rekognisi, Konversi, dan KKN Nusantara.
Dalam rapat evaluasi tersebut, Korpus Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaporkan sejumlah kegiatan yang telah berlangsung di berbagai daerah, di antaranya di Padang, dan Banten. Mukhlis menyampaikan bahwa kegiatan di Padang diarahkan untuk memperkuat kerja sama antara Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan LPPM khususnya bagian dari penguatan tata kelola penelitian dan pengabdian masyarakat.
Sementara itu, kegiatan di Banten difokuskan pada persiapan lokasi KKN Nusantara yang akan dilaksanakan di komunitas Badui. Selain memastikan kesiapan tempat, tim nasional juga membahas petunjuk teknis pelaksanaan KKN Nusantara agar kegiatan berjalan sesuai dengan karakter masyarakat setempat.
Korpus PkM, Mukhlis menyampaikan bahwa KKN Nusantara seleksi peserta akan dimulai hari ini, pengumuman akan segera diedarkan. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat proses administrasi dan pemetaan peserta pada seluruh skema KKN Nusantara yang akan dilaksanakan tahun ini.
Korpus PkM, Mukhlis menyampaikan mengenai perkembangan pendaftaran KKN Reguler 2026. Hingga saat ini tercatat sebanyak 692 mahasiswa telah lolos verifikasi berkas dari total kuota 1.000 peserta. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 268 mahasiswa yang diperkirakan belum melakukan pendaftaran.
Untuk mengakomodasi peserta yang belum mendaftar, PkM LPPM berencana membuka kembali layanan pendaftaran KKN Reguler dengan mekanisme datang langsung ke kantor PkM. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa yang mengalami kendala administratif maupun teknis selama proses pendaftaran daring.
Selain peserta mahasiswa, proses rekrutmen Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga terus berlangsung. Hingga evaluasi dilaksanakan, tercatat sebanyak 38 dosen telah mendaftar dari total kebutuhan 60 DPL yang telah dipersiapkan.
Pelaksanaan KKN Konversi tahun ini diterapkan di beberapa fakultas, yakni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakultas Sains Teknologi, dan Fakultas Syariah . Khusus di FTK, model KKN dilakukan melalui integrasi dengan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Mahasiswa yang semula menjalani PLP selama dua bulan akan menambah masa kegiatan menjadi tiga bulan, dengan satu bulan tambahan dihitung sebagai aktivitas KKN.
Sementara itu, di Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Syariah, skema konversi juga diterapkan dengan penyesuaian program akademik masing-masing fakultas. Adapun Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) turut menjalankan pola konversi sebagai bagian dari integrasi pengabdian masyarakat dengan proses pembelajaran.
Untuk mendukung kesiapan peserta dan pembimbing, LPPM menjadwalkan pelaksanaan diklat KKN Reguler pada 18 Juni 2026 secara daring melalui Zoom. Sementara diklat untuk skema Konversi dan Rekognisi akan dilaksanakan sebelum tanggal tersebut, juga melalui platform daring. Adapun diklat bagi DPL dijadwalkan berlangsung sebelum 18 Juni.
Ketua LPPM, Fridiyanto berharap seluruh agenda pengabdian masyarakat tahun 2026 dapat berjalan sukses melalui penguatan koordinasi dan kesiapan teknis yang matang. Menurutnya, keberadaan empat skema KKN menjadi langkah strategis untuk memperluas model pengabdian mahasiswa yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan akademik.
KKN Reguler 2026 direncanakan berlangsung di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batang Hari sebagai wilayah utama pelaksanaan pengabdian mahasiswa tahun 2026 dengan diikuti mahasiswa dari Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, dan Fakultas Dakwah. Korpus PkM, Mukhlis menyampaikan kepada mahasiswa yang masih bingung dan belum jelas soal prosedur KKN bisa mengurus langsung ke kantor PkM secara langsung,”Bagi mahasiswa UIN Jambi yang ingin tanya soal KKN sebaiknya datang langsung ke kantor PkM, jangan bertanya melalui WA biar kami jelaskan sedetail mungkin agar mahasiswa dapat menerima informasi yang valid”, tutupnya.
Editor: Doni