Peneliti UIN Jambi, Agus Salim, Ph.D Berbagi Pengalaman di Sosialisasi Chevening Fellowship

Kamis (7/8/2025) Kementerian Agama dan Kedutaan Besar Inggris menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Chevening Fellowship. Beasiswa Chevening merupakan beasiswa fully funded untuk mahasiswa dan merupakan program beasiswa yang sangat bergengsi.

Staf Khusus Menteri Agama, Farid Saenong dalam sambutanya berharap makin banyak dosen di lingkungan kementerian agama yang bisa mendapatkan beasiswa Chevening,”Beasiswa Chevening merupakan beasiswa yang sangat bergengsi, kalau di Amerika mungkin setara Fulbright”, ucapnya.

Dalam sosialisasi Chevening Fellowship ini pemateri yang menyampaikan presentasi di antaranya: Sankara Chintadiliaga (Analis Kebijakan Kementerian ESDM); Vonny Lisayani (Scholarship and Alumni Coordinator); Agus Salim, Ph.D (Dosen/Peneliti UIN STS Jambi).

Agus salim dalam presentasinya berbagi tentang pengalamannya selama mengikuti Chevening Felow di Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS).

Agus Salim menceritakan berbagai pengalamannya selama proses mendapatkan fellow OCIS. Ia mengatakan bahwa telah dua kali gagal untuk mengikuti program ini, namun ia tidak menyerah untuk terus mencoba hingga akhirnya lolos di OCIS dengan pendanaan Chevening Fellowship. Agus Salim menambahkan saat ini OCIS sedang membuka program bagi peminat studi Islam.

Agus Salim menjelaskan bahwa untuk mengikuti OCIS Fellow, pelamar sangat perlu memperhatikan aspek: Kualitas kepemimpinan, Proposal riset, Jaringan, Rencana kegiatan, serta Rencana setelah selesai ikuti program.

Agus Salim dalam presentasinya memberikan tips agar sukses meraih OCIS Fellow, salah satunya adalah membuat esai yang merelasikan kehidupan akademik dengan kegiatan di masyarakat, “Jadi tidak murni hanya track record di aspek akademis saja” ujarnya. Kemudian juga penting memberikan argumentasi mengapa memilih program OCIS.

Agus Salim juga berbagi pengalaman setelah ia mendapat OCIS Fellow. Ia menjelaskan bahwa di Oxford menerapkan sistem College dimana setiap College merupakan satu universitas tersendiri. Menurutnya salah satu keistimewaan program OCIS adalah peserta dapat mengakses seluruh perpustakaan Oxford yang berjumlah 43. ” Setiap buku atau referensi yang saya butuhkan selalu tersedia dan bisa diakses” ucapnya.

Selama mengikuti program di OCIS ia melakukan kegiatan seperti: Riset, Konfrensi, Membangun jejaring, dan Kegiatan kultural sosial.

Selama menjalankan program OCIS Agus Salim banyak mengikuti konfrensi yang sesuai minatnya dan tinggal memilih dari sekian banyak konfrensi yang disediakan. Selain itu juga ada kegiatan akademik yang sifatnya non formal, misalnya setiap minggunya, pada malam Rabu di OCIS berlangsung makan malam bersama para peneliti yang merupakan tradisi OCIS dan berfungsi untuk membangun jejaring antar peneliti agar dapat saling berbagi hasil penelitian.

Agus Salim mengatakan setelah ia menyelesaikan dan pulang dari program OCIS, saat ini ia telah menghasilkan dua artikel jurnal ilmiah, dan satu buku. Dampak akademis lainnya setelah mengikuti OCIS Fellowship ia banyak diundang sebagai penguji disertasi di berbagai kampus dalam dan luar negeri, serta menulis artikel bersama dari berbagai negara.

Bagaimana para peneliti di lingkungan UIN STS Jambi, apakah anda tertantang untuk merebut Chevening Fellowship ? dan mengikuti jejak Agus Salim, Ph.D di program OCIS ? Segeralah daftar program sudah dibuka dua hari lalu !

Editor: Doni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899