Sejumlah dosen dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menunjukkan kiprah akademiknya di kancah internasional melalui partisipasi dalam konferensi yang diselenggarakan oleh The American Institute for Indonesian Studies (AIFIS), sebuah lembaga akademik bergengsi yang berfokus pada kajian-kajian tentang Indonesia. Kegiatan ini diinisiasi oleh Michigan State University (MSU), Amerika Serikat, dan menjadi forum penting bagi para akademisi untuk mendiskusikan isu-isu strategis terkait Islam, pendidikan, dan kebudayaan lokal Indonesia, termasuk dari Provinsi Jambi.
Dalam edisi tahun ini, beberapa topik penting berhasil dipresentasikan oleh para dosen dari UIN STS Jambi, yang mengangkat isu-isu lokal dengan pendekatan akademik yang mendalam dan kritis. Adapun makalah-makalah yang dipresentasikan antara lain:
- Disconnect between Policy and Practice: Striving for the Revival of Traditional Madrasas in Indonesia
Oleh: Dion Ginanto, M. Husnul Abid, Atika, dan Muh. Gazali
Makalah ini menyoroti ketimpangan antara kebijakan dan praktik di lapangan dalam upaya menghidupkan kembali peran madrasah tradisional di Indonesia. - Barriers to Religious Freedom: The Sealing of Minority Worship Places in Jambi, Indonesia (2018–2025)
Oleh: M. Husnul Abid
Kajian ini membahas hambatan kebebasan beragama yang dialami kelompok minoritas melalui studi kasus penyegelan rumah ibadah di Jambi. - Faith in Peril: State Intervention in the Religious Struggle for Orang Rimba Between Islam and Christianity in Jambi, Indonesia
Oleh: Ayub Mursalin dan Rasito
Tulisan ini menelusuri dinamika pertarungan misi agama yang terjadi di kalangan Orang Rimba, serta peran negara dalam mengatur kepercayaan mereka. - Hadrami in Jambi: An Arab Diasporic Cultural Formation in Indonesia
Oleh: Salah Hasan (Michigan State University) dan Dion Ginanto
Makalah ini mengupas warisan budaya Hadrami di Jambi sebagai bagian dari pembentukan identitas diaspora Arab di Indonesia.
Konferensi ini dihadiri oleh akademisi dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, China, dan Indonesia. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, dengan beberapa pertanyaan yang menyoroti isu-isu spesifik Jambi, seperti keberadaan Suku Kubu (Orang Rimba), peran Madrasah Diniyah Takmiliyah, serta hubungan historis dan budaya komunitas Hadrami di daerah tersebut. Keberagaman tema dan kekuatan data lapangan yang disampaikan membuat para peserta konferensi sangat antusias untuk mendalami lebih jauh kajian-kajian dari Jambi.
Yang membanggakan, seluruh pemateri dari UIN Jambi memperoleh sponsor penuh dari AIFIS, sehingga dibebaskan dari biaya pendaftaran konferensi. Hal ini menunjukkan komitmen AIFIS dan MSU dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik dosen di daerah, serta mendorong internasionalisasi kajian lokal Indonesia. Salah Hasan, Direktur Global Studies mengatakan “Ini adalah ketiga kalinya saya dan beberapa dosen di UIN STS Jambi bekerjasama dalam mengangkat isu-isu seputaran Jambi ke kancah diskusi internasional.” Global Studies MSU sendiri telah memulai kerjasama dengna UIN STS Jambi sejak tahun 2021 dan terus berjalan hingga saat ini.
Wakil Rektor I UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, yang juga turut menjadi salah satu pemateri dalam konferensi ini, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan berharga ini. “Konferensi seperti ini menjadi ruang strategis untuk mempromosikan kajian-kajian Jambi ke level global. Kita berharap ke depan semakin banyak dosen dari UIN Jambi yang aktif berkontribusi dalam forum-forum akademik internasional seperti ini,” ungkapnya.
Keikutsertaan para dosen UIN STS Jambi dalam konferensi AIFIS bukan hanya menunjukkan eksistensi UIN di kancah internasional, tetapi juga memperkuat komitmen LPPM dalam mendorong penelitian yang relevan dengan konteks sosial, keagamaan, dan budaya lokal. Dengan riset yang kuat dan jejaring global yang terus diperluas, UIN STS Jambi siap menjadi pusat unggulan kajian Islam dan masyarakat di Asia Tenggara.
Editor: Doni