Pendampingan Intensif Penulisan Artikel, Rektor Sampaikan Target 40 Guru Besar
Jambi — Upaya mempercepat lahirnya para guru besar baru terus dilakukan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, digelar Pelatihan Intensif Penulisan Artikel bagi Calon Guru Besar yang berlangsung di Aula MUI Provinsi dan Sutha Inn, 29 Juni hingga 3 Juli 2026.
Program pendampingan guru besar dirancang untuk membantu dosen memenuhi salah satu persyaratan utama pengajuan profesor, yakni publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi. Selama lima hari, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan teknis penulisan artikel, tetapi juga pendampingan terkait aspek administratif pengajuan guru besar.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, menegaskan bahwa peningkatan jumlah guru besar menjadi salah satu prioritas strategis pada masa kepemimpinannya. Ia menargetkan lahirnya 40 guru besar sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik UIN Jambi.

“Saya akan mendukung penuh siapa pun yang berkomitmen mengajukan guru besar,” ujar Rektor.
Meski demikian, Rektor mengingatkan bahwa proses menuju jabatan profesor kini semakin kompetitif. Persyaratan yang harus dipenuhi menuntut kerja keras individu dosen, konsistensi. Menurutnya komitmen yang tinggi dari setiap dosen sangat penting.
Rektor mengatakan bahwa, secara kelembagaan UIN STS Jambi telah menyediakan berbagai program pendampingan, mulai dari klinik penulisan artikel hingga pemberian insentif bagi dosen yang berhasil menjadi penulis pertama pada jurnal terindeks Scopus maupun SINTA 2. Dengan berbagai fasilitas tersebut, keberhasilan pengajuan guru besar kini sangat ditentukan oleh kesungguhan dosen dalam memanfaatkan program yang telah tersedia.

Sementara itu, Korpus Penelitian, Tasnim, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan telah memenuhi persyaratan. Peserta diwajibkan berstatus Lektor Kepala, telah memiliki draf artikel ilmiah, serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian pendampingan secara penuh agar target submit naskah ke jurnal bereputasi dapat tercapai.
Ketua LPPM, Fridiyanto, mengatakan jika tidak ada kendala, salam waktu dekat LPPM akan kembali menggelar pendampingan tahap berikutnya dengan pendekatan yang lebih intensif.
“LPPM telah menyiapkan agenda pendampingan berikutnya dengan pola selama sepekan melalui camp writing, sehingga peserta dapat fokus menyelesaikan draf naskah hingga berhasil melakukan submit ke jurnal bereputasi. Semoga tidak ada kendala,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pertanyaan, mulai dari persiapan administrasi pengajuan guru besar hingga persoalan teknis penyusunan artikel ilmiah sebagai syarat khusus.
Melalui pendampingan yang berkesinambungan, UIN STS Jambi berharap semakin banyak dosen yang mampu menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas sekaligus mempercepat peningkatan jumlah guru besar. Langkah tersebut diharapkan memperkuat daya saing akademik UIN Jambi serta meningkatkan kontribusi riset bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan berdampak di masyarakat.