Implementasi Penelitian Tahun Kedua, IMA NextGen CAT Dapat Dukungan Positif dari Guru untuk Pemetaan Kemampuan HOTS Siswa
Masalah Penelitian
Penelitian “Pengembangan Inovasi Pembelajaran Abad 21: Sinergi TPACK dan HOTS dalam Merancang Pendidikan Masa Depan” dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru dan siswa terhadap sistem evaluasi pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi juga mampu memetakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) serta mengidentifikasi kebutuhan belajar secara lebih mendalam. Evaluasi konvensional umumnya masih berorientasi pada hasil akhir dan jumlah jawaban benar atau salah, sehingga belum sepenuhnya memberikan gambaran mengenai kemampuan siswa dalam menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Di sisi lain, guru membutuhkan informasi diagnostik untuk menentukan strategi pembelajaran yang sesuai, sedangkan siswa membutuhkan umpan balik yang dapat membantu mereka memahami kemampuan dan aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun pertama, penelitian berfokus pada pengembangan model evaluasi dan asesmen IMA NextGen CAT berbasis AI yang dirancang untuk mengukur dan memetakan keterampilan HOTS siswa secara adaptif. Selanjutnya, pada tahun kedua, penelitian diarahkan pada implementasi model di sekolah dan madrasah untuk menguji penerapannya dalam kegiatan evaluasi pembelajaran serta memperoleh gambaran kemampuan HOTS siswa secara nyata. Melalui implementasi ini, IMA NextGen CAT diharapkan tidak hanya menghasilkan profil kemampuan siswa, tetapi juga memberikan informasi diagnostik dan rekomendasi pembelajaran yang lebih individual. Dengan demikian, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan guru untuk merancang pembelajaran remedial, pengayaan, maupun strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing siswa.
Implementasi Penelitian Tahun Ke-dua
Implementasi penelitian tahun kedua mengenai Implementasi model evaluasi dan asesmen berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui Innovation for Measurement and Assessment (IMA) NextGen CAT mendapatkan dukungan positif dari para guru di sejumlah satuan pendidikan. Model evaluasi ini dinilai memberikan pendekatan baru dalam pelaksanaan asesmen yang tidak hanya mengukur hasil belajar siswa, tetapi juga mampu memetakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) secara lebih terperinci.
Penelitian ini dilaksanakan oleh tim peneliti yang diketuai oleh Prof. Dr. Risnita, M.Pd., dengan anggota Dedi Sastradika, M.Pd., Sri Ramdayeni Sakunti, M.Sc.Ed., dan Diah Dwi Santri, M.Pd. Dalam pelaksanaannya, tim peneliti juga didukung oleh Era Aprianti, M.E. dan Alfian Chandra, S.Kom. sebagai asisten periset, serta Meltinur Asqory, S.Pd. sebagai administrator penelitian. Kolaborasi seluruh tim ini berperan penting dalam mendukung rangkaian kegiatan penelitian, mulai dari pengembangan hingga implementasi model evaluasi IMA NextGen CAT di sejumlah satuan pendidikan.
Penelitian ini mengembangkan IMA NextGen CAT sebagai model evaluasi yang mengintegrasikan teknologi Computerized Adaptive Testing (CAT) dengan dukungan kecerdasan buatan (AI). Melalui sistem ini, soal yang diberikan kepada siswa dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan respons yang ditunjukkan selama proses asesmen. Dengan demikian, setiap siswa memiliki pengalaman mengerjakan soal yang bersifat adaptif sesuai dengan perkembangan capaian kemampuannya.
Salah satu keunggulan IMA NextGen CAT terletak pada kemampuannya memetakan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa berdasarkan tiga level kognitif, yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Berbeda dengan asesmen konvensional yang umumnya berorientasi pada jumlah jawaban benar dan salah, IMA NextGen CAT menggunakan bentuk soal pilihan ganda beralasan yang turut menggali kebutuhan belajar siswa. Siswa tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mengidentifikasi bantuan atau sumber belajar yang dibutuhkan untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Informasi yang diperoleh kemudian diolah menjadi profil kemampuan HOTS, diagnosis kemampuan, serta rekomendasi pembelajaran. Hasil tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada guru mengenai kemampuan siswa, materi yang masih membutuhkan penguatan, serta strategi pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Dalam implementasinya, penelitian tahun kedua dilaksanakan pada mata pelajaran Fisika dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Setiap mata pelajaran menggunakan 15 butir soal yang dirancang untuk mengukur kemampuan HOTS siswa. Pada mata pelajaran Fisika, asesmen diarahkan pada kemampuan menganalisis konsep gaya, Hukum Newton, gaya gesek, serta permasalahan kontekstual. Sementara itu, pada mata pelajaran PAI, asesmen mencakup kemampuan berpikir kritis dalam memahami nilai-nilai keislaman, Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam.
Dukungan guru menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan implementasi penelitian ini. Guru melihat bahwa IMA NextGen CAT memberikan peluang untuk melaksanakan evaluasi secara lebih mendalam dan memperoleh informasi yang selama ini sulit diperoleh hanya melalui hasil ujian biasa. Sistem ini membantu guru memahami bukan hanya sejauh mana siswa mampu menjawab soal, tetapi juga alasan kesulitan yang dialami dan bentuk pembelajaran yang dibutuhkan siswa.
Melalui informasi tersebut, guru dapat merancang tindak lanjut pembelajaran yang lebih terarah, seperti pembelajaran berdiferensiasi, penguatan konsep, remedial, pengayaan, dan pendampingan berdasarkan profil kemampuan siswa. Kehadiran rekomendasi pembelajaran juga memberikan alternatif bagi guru dalam menentukan prioritas materi dan strategi pembelajaran yang perlu dikembangkan.
Selain pemetaan kemampuan, IMA NextGen CAT dilengkapi dengan dukungan analisis berbasis AI untuk membantu menginterpretasikan hasil asesmen, menganalisis karakteristik soal, menyajikan laporan performa siswa, serta menghasilkan rekomendasi pembelajaran. Sistem ini juga mendukung pemantauan aktivitas peserta selama ujian sehingga pelaksanaan asesmen dapat dikelola secara lebih sistematis.
Guru Menilai IMA NextGen CAT Membantu Pemetaan Kemampuan Siswa
Dukungan terhadap implementasi IMA NextGen CAT juga terlihat dari respons positif para guru di sekolah dan madrasah yang terlibat. Guru menilai bahwa sistem ini memberikan pengalaman baru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran karena mampu menyajikan informasi kemampuan siswa secara lebih spesifik, terutama dalam mengidentifikasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Salah seorang guru Fisika dari SMA Negeri 9 Kota Jambi menyampaikan bahwa IMA NextGen CAT sangat membantu guru dalam mengetahui kemampuan siswa yang sebenarnya. Selama ini, hasil evaluasi umumnya hanya memperlihatkan nilai akhir dan jumlah jawaban benar atau salah. Namun, melalui sistem ini, guru dapat melihat kemampuan siswa berdasarkan level kognitif C4, C5, dan C6. Informasi tersebut membantu guru mengetahui apakah siswa masih mengalami kesulitan dalam menganalisis, mengevaluasi, atau menciptakan solusi terhadap suatu permasalahan.
Hal senada disampaikan oleh guru dari MA Laboratorium Kota Jambi. Menurutnya, keunggulan IMA NextGen CAT bukan hanya terletak pada sistem soal yang menyesuaikan kemampuan siswa, tetapi juga pada rekomendasi pembelajaran yang dihasilkan. Guru memperoleh informasi mengenai kebutuhan belajar setiap siswa sehingga dapat menentukan bentuk pendampingan yang lebih tepat. Siswa yang masih mengalami kesulitan dapat diberikan penguatan konsep dan remedial, sedangkan siswa yang telah memiliki kemampuan baik dapat diarahkan pada kegiatan pengayaan.
Guru lainnya juga memberikan tanggapan positif terhadap fitur rekomendasi belajar berbasis AI. Menurutnya, informasi yang disajikan sistem dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih terarah. Guru tidak lagi hanya mengandalkan nilai ujian untuk menentukan tindak lanjut, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai aspek kemampuan yang perlu ditingkatkan dan jenis dukungan pembelajaran yang dibutuhkan oleh masing-masing siswa.
Dari berbagai tanggapan tersebut, terlihat bahwa IMA NextGen CAT memiliki potensi untuk membantu guru melaksanakan asesmen yang lebih diagnostik dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Para guru berharap sistem ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas karena memberikan kemudahan dalam memahami kemampuan siswa sekaligus merencanakan pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar mereka.
Kesimpulan Penelitian Tahun Ke-2
Secara keseluruhan, implementasi penelitian tahun kedua menunjukkan bahwa IMA NextGen CAT mendapatkan respons dan dukungan positif dari para guru karena memberikan pendekatan evaluasi yang lebih komprehensif dalam memetakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Sistem ini tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga mampu mengidentifikasi profil kemampuan siswa berdasarkan level kognitif C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Melalui mekanisme Computerized Adaptive Testing (CAT), proses asesmen dapat menyesuaikan tingkat kesulitan soal berdasarkan respons dan kemampuan peserta didik sehingga menghasilkan informasi evaluasi yang lebih terperinci.
Selain itu, integrasi Artificial Intelligence (AI) pada IMA NextGen CAT memberikan nilai tambah melalui penyajian diagnosis kemampuan dan rekomendasi belajar bagi setiap siswa. Informasi tersebut membantu guru mengidentifikasi kesulitan belajar, menentukan materi yang perlu diperkuat, serta merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu, baik melalui remedial, penguatan konsep, maupun pengayaan. Dengan demikian, IMA NextGen CAT berpotensi menjadi inovasi evaluasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penilaian hasil belajar, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan tepat sasaran.
Bagikan: