Pusat Peradaban Melayu Lestarikan Lagu Daerah Jambi dengan Melayu Voice

Pusat Peradaban Melayu Lestarikan Lagu Daerah Jambi dengan Melayu Voice

Berita 2 menit baca 27 kali dilihat

JAMBI – Upaya melestarikan kebudayaan Melayu Jambi dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan memperkenalkan kembali lagu-lagu daerah kepada generasi muda. Pusat Peradaban Melayu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar Grand Final Melayu Voice di Gedung GCR, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan Melayu Jambi 2026 menjadi bagian dari upaya merawat identitas budaya Melayu Jambi, khususnya melalui pelestarian lagu-lagu daerah yang mulai membutuhkan ruang lebih luas untuk dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Koordinator Pusat Peradaban Melayu, Dr. Tabroni, mengatakan, Melayu Voice merupakan kegiatan perdana yang secara khusus mengangkat lagu-lagu Melayu Jambi. Sebanyak 23 peserta mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut. Setelah melalui proses seleksi, peserta terpilih melaju ke babak grand final.

Menurut Dr.Tabroni, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan bernyanyi, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan musikalitas dan tradisi Melayu Jambi kepada masyarakat kampus.

“Lagu-lagu Melayu Jambi harus kita lestarikan, jangan sampai punah,” ujar Dr.Tabroni.

Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Dr. Pahmi, Sy., dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya penguatan identitas lokal sebagai bagian dari pengembangan universitas. Salah satu gagasan yang disampaikannya ialah perlunya menghadirkan Pojok Melayu Jambi di lingkungan kampus.

WR II juga menyampaikan pentingnya ke depan ubtuk membuat Pojok Melayu Jambi yang diharapkan dapat menjadi sentra informasi dan dokumentasi mengenai kebudayaan Melayu Jambi. Keberadaannya juga dapat menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk mengenal sejarah, tradisi, kesenian, serta khazanah intelektual masyarakat Melayu Jambi.

Sejumlah koordinator pusat di lingkungan LPPM turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dr. Pahmi menilai Melayu Voice memiliki arti penting sebagai implementasi visi UIN STS Jambi yang berbasis local knowledge atau pengetahuan lokal.

Penguatan pengetahuan lokal di perguruan tinggi tidak cukup dilakukan melalui kajian akademik, tetapi juga perlu diwujudkan dalam praktik kebudayaan. Melalui kegiatan seperti Melayu Voice, kampus dapat mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

Melayu Voice diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kegiatan pelestarian budaya Melayu Jambi secara berkelanjutan, sehingga lagu-lagu daerah tidak hanya menjadi bagian dari ingatan masa lalu, tetapi tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Bagikan:

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.