Dirjen Pendis Kemenag RI: UIN STS Jambi Harus Hadapi Perubahan
Era Disrupsi merupakan sebuah pergerakan zaman dengan berbagai inovasi yang membuat kebiasaan dan cara-cara lama menjadi usang. Oleh karena itu agenda perubahan sebuah keniscayaan.
Selasa (23/9/2024) di Ruang Senat dalam acara,”FGD Peningkatan Rekognisi PTKIN,” Dirjen Pendis Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag menyampaikan pesan era disruptif yang harus dihadapi oleh UIN STS Jambi.
Saat ini perguruan tinggi Islam berhadapan dengan Generasi Z yang sudah terbiasa dengan dunia digital, smart phone selalu menemani hari-hari mereka.
Pertanyaan yang kemudian harus kita ajukan kepada diri kita sebagai pengelola PTKIN, “Sudahkah kita menyesuaikan pendekatan untuk berhadapan dengan Gen Z ?
Perguruan tinggi Islam yang core business nya adalah jasa, harus mempersiapkan diri di era disruptif, sebuah abad perubahan yang bisa melibas siapapun, dan kapanpun walau on the track sekalipun.
Dalam semesta perubahan, dimana posisi dunia pendidikan Islam? Lembaga pendidikan Islam masih banyak berada di zona nyaman dan masih berkutat dengan cara-cara konvensional.
Perubahan digitalisasi terjadi dipantik dengan adanya Pandemi Covid. Saat ini PTKIN yang sudah berupaya dengan platform digital adalah UIN Cirebon.
Kampus Islam, khususnya UIN Jambi harus sudah berubah dari berbagai aspek, mulai dari penampilan dosen yang profesional dan fresh, perubahan mind set, dan perubahan kemampuan digital. “Kita harus siapkan landasan untuk perubahan anak-anak mahasiswa,” kata Prof. Abu.
Menutup arahannya, Dirjen Diktis Kemenag RI berpesan bahwa branding yang terbaik bisa dilakukan oleh UIN Jambi adalah menampakkan prestasi yang serba unggul dalam berbagai even nasional maupun internasional, “Ingatlah Segi Tiga: Prestasi, Reputasi dan Rekognisi,” tutupnya.
Editor: Doni Pirdaus, MH