Selasa (26/8/25) LPPM menyelenggarakan monitoring dan evaluasi tim periset penerima dana MORA the Air Funds 2025. Monev dilakukan sebagai upaya untuk menjamin kualitas riset yang telah dijalankan oleh periset.
Rektor UIN Jambi, Prof. Dr. Kaspul Anwar menyampaikan selamat kepada para periset (Prof. Dr. Risnita, Dr. Tanti, dan Dr. Zarfina) yang telah mendapatkan dana riset MORA the Air Funds 2025. Rektor berharap periset UIN Jambi akan kembali mendapatkan dana riset.
Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi mengatakan, “Saya tidak ingin riset ecek ecek. Kita memiliki hak dana riset LPDP,” ujarnya. Prof. Inung menginginkan adanya riset yang besar dan berdampak. Riset berbiaya kecil cukup di kampus. Ia menyampaikan pengalamamnya ketika mendapatkan riset yang berdampak bersama Edward Aspinal yang menghasilkan buku Politik Uang yang menjadi acuan penting ketika meneliti potik uang. “Riset harus memberi dampak dan pengembangan keilmuan dan bagi lembaga “, kata Prof. Inung.
Ketua LPPM, Fridiyanto menegaskan bahwa kegiatan monev wajib dilakukan untuk melihat progres riset.”Berdasarkan juknis dana bantuan riset bisa dihentikan jika riset tidak menampakkan progres yang baik,” katanya.
Tim yang dimonitoring dalam kesempatan ini diketuai oleh Dr. Tanti dan tim.
Editor: Doni