Kegiatan Kuliah Kerja Nyata merupakan bentuk nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekitar.
Salah satu wujud pengabdian yang paling relevan di tengah masyarakat religius adalah penguatan pendidikan keagamaan, khususnya pembelajaran Al-Qur’an dan pengembangan seni islami. Hal ini sejalan dengan tujuan KKN, yakni menumbuhkan kontribusi positif yang berkelanjutan serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
TPA Daril Jinan menjadi salah satu lokasi yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan keagamaan. Anak-anak di TPA ini sangat antusias dalam belajar membaca Al-Qur’an, meskipun masih terdapat perbedaan kemampuan di antara mereka.
Selain itu, kegiatan seni Islami, seperti hadroh, juga menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memperkuat semangat belajar anak-anak sekaligus mendukung eksistensi seni islami sebagai media dakwah yang menyenangkan.
Program keagamaan dipilih karena masyarakat sangat membutuhkan penguatan dalam bidang ini. Mengaji bukan sekadar rutinitas, tetapi juga fondasi utama dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Namun, keterbatasan tenaga pengajar serta metode pembelajaran yang monoton seringkali membuat anak-anak cepat merasa bosan. Mahasiswa hadir dengan semangat baru, pendekatan kreatif, dan metode yang lebih interaktif agar proses belajar mengaji menjadi lebih menarik dan efektif.
Dengan melihat realitas tersebut, mahasiswa KKN merasa perlu menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat secara praktis, tetapi juga memiliki nilai religius dan kultural yang kuat.
Pendidikan Al-Qur’an dipadukan dengan seni islami menjadi pilihan strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara mahasiswa dan masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman, serta meninggalkan warisan positif yang dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan KKN berakhir.
Pengabdian dalam bentuk program keagamaan dan seni islami juga menjadi wujud nyata dari misi KKN, yakni memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhan lokal.
Di TPA Daril Jinan, masyarakat sudah terbiasa dengan kegiatan keagamaan, sehingga program ini mudah diterima dan mendapatkan dukungan penuh dari para ustaz, orang tua, dan pemuda setempat. Integrasi tersebut menjadi jalan untuk memperkuat ikatan antara mahasiswa dan masyarakat, serta membangun keberlanjutan program meski KKN telah selesai.
Lebih jauh lagi, pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat TPA Daril Jinan. Melalui pembelajaran Al-Qur’an yang menyenangkan dan penguatan seni islami, anak-anak tidak hanya semakin terampil membaca Al-Qur’an, tetapi juga bangga dengan tradisi keagamaan yang mereka miliki.
Dengan begitu, kegiatan KKN ini bukan hanya sebatas program sementara, melainkan investasi sosial dan spiritual bagi lahirnya generasi Qur’ani yang berkarakter islami dan siap menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan mengaji di TPA Daril Jinan menjadi salah satu program utama dalam pelaksanaan KKN. Mahasiswa bersama ustaz/ustazah setempat membimbing anak-anak dalam membaca Al-Qur’an, mulai dari mengenal huruf hijaiyah, memperbaiki tajwid, hingga melatih kelancaran membaca.
Suasana belajar dibuat menyenangkan dengan metode interaktif, seperti membaca bergantian, tanya jawab, serta pemberian motivasi melalui kisah-kisah Islami. Dengan adanya pendampingan ini, anak-anak semakin termotivasi untuk rajin hadir di TPA, bahkan mereka menunjukkan antusiasme lebih tinggi dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
Kegiatan mahasiswa Kuliah kerja nyata (KKN) di TPA Daril Jinan sebagai berikut : Mengajar ngaji; Pendidikan subuh ; Perlombaan 17 Agustus; Pembacaan maulid adh dhiya U’lami.
Tidak hanya di TPA, namun juga menghadiri acara undangan warga, dan melakukan imam sholat di masjid, serta khutbah jum’at. Meski berlangsung dengan penuh semangat, kegiatan ini juga menghadapi sejumlah tantangan.
Perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an antar anak-anak cukup mencolok, sehingga mahasiswa perlu memberikan perhatian lebih kepada mereka yang masih berada di tahap dasar, tanpa mengurangi perhatian terhadap anak-anak yang sudah lancar membaca.
Selain itu, keterbatasan waktu dan sarana belajar, seperti buku Iqra’ atau mushaf yang kurang memadai, menjadi kendala tersendiri. Tingkat konsentrasi anak-anak yang cepat menurun juga menuntut mahasiswa untuk terus kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang menarik agar mereka tetap fokus.
Meskipun ada tantangan, kegiatan mengaji dalam program KKN membawa dampak positif yang nyata bagi anak-anak maupun masyarakat. Anak-anak menunjukkan peningkatan keterampilan membaca Al-Qur’an serta semakin percaya diri dalam melantunkan ayat-ayat suci.
Orang tua juga merasa terbantu karena anak-anak mendapatkan pendampingan tambahan di luar sekolah formal.
Lebih dari itu, kegiatan ini mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang hangat.
Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dampak dari program KKN ini kepada Masyarakat terutama TPA Daril Jinan Adalah sebagai berikut :
Pertama, Anak-anak semakin lancar membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang lebih baik. Kedua, Meningkatnya motivasi anak-anak untuk rutin hadir di TPA.
Ketiga, Anak-anak terbiasa dengan suasana religius melalui kegiatan mengaji dan seni islami. Keempat, Masyarakat merasakan manfaat nyata dalam pembinaan akhlak generasi muda.
Kelima, Kegiatan hadroh menjadi lebih semarak dan diminati oleh pemuda. Keenam, Seni islami dijadikan sarana dakwah yang menyenangkan dan mendidik.
Ketujuh, Terjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa, ustaz/ustazah, orang tua, dan anak-anak. Kedelapan, Tumbuh rasa gotong royong dan kebersamaan dalam mendukung program keagamaan. Kesembilan, Terbentuk generasi Qur’ani yang berkarakter islami. Kesepuluh, Masyarakat memiliki kesadaran untuk terus menjaga tradisi keagamaan meski program KKN telah selesai.
Pelaksanaan program KKN di TPA Daril Jinan telah memberikan pengalaman berharga, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Melalui kegiatan mengaji, anak-anak memperoleh bimbingan tambahan dalam membaca Al-Qur’an dan semakin termotivasi untuk memperdalam pemahaman agama.
Sementara itu, melalui seni islami seperti hadroh, suasana kebersamaan dan semangat dakwah tumbuh dengan penuh keindahan. Hal ini membuktikan bahwa pengabdian sederhana dapat memberikan dampak positif yang nyata apabila dilaksanakan dengan niat tulus dan kerja sama yang baik.
Secara keseluruhan, KKN di TPA Daril Jinan bukan hanya sebuah program sementara, tetapi juga ikhtiar bersama untuk menebar cahaya Al-Qur’an dan menjaga kelestarian seni islami.
Harapannya, kegiatan yang telah dimulai ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menghidupkan tradisi keagamaan dan memperkuat pendidikan anak-anak, sehingga lahir generasi Qur’ani yang mencintai ilmu, berakhlak mulia, serta bangga dengan budaya Islam yang mereka miliki.
Mahasiswa berharap agar masyarakat TPA Daril Jinan terus menjaga semangat dalam membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an, baik melalui TPA maupun bimbingan di rumah. Kegiatan yang telah dirintis bersama hendaknya tidak berhenti setelah program KKN selesai, tetapi diteruskan secara berkesinambungan oleh ustaz/ustazah, orang tua, dan pemuda setempat.
Selain itu, mahasiswa berharap agar masyarakat semakin memberi ruang bagi anak-anak dan pemuda untuk mengembangkan seni islami, seperti hadroh, sehingga mereka memiliki wadah positif untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya. Dengan demikian, tradisi keagamaan akan tetap hidup dan menjadi identitas kuat masyarakat Jinan di tengah arus modernisasi.
Catatan : tulisan ini dibuat sebagai laporan tugas KKN Mandiri
Nama : Rajib Pratama
Nim : 201220301
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Editor: Doni