JAMBI — Program riset Mora The Air Funds 2026 segera dibuka. Momentum ini harus digunakan oleh para peneliti di lingkungan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk mempersiapkan proposal riset terbaik.
Melalui sosialisasi Petunjuk Teknis Mora the Air Funds 2026 yang digelar bagi pengelola dan periset, berbagai aspek teknis pelaksanaan riset dibahas secara mendetail. Kegiatan ini bertujuan agar para periset, LPPM, dan Institusi (kampus) memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme pelaksanaan, tata kelola administrasi, hingga sistem pelaporan program riset Mora The Air Funds 2026.
Kepala Puspenma, Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag menegaskan bahwa program Mora the Air Funds diharapkan mampu memperkuat daya riset dosen di lingkungan perguruan tinggi keagamaan khususnya.
Menurut Ruchman, keberadaan pendanaan riset melalui Mora Funds semestinya menjadi peluang besar bagi akademisi untuk memproduksi penelitian unggulan yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan publik.
“Melalui Mora Funds nantinya tidak ada lagi alasan tidak adanya biaya untuk menghasilkan riset unggulan. Riset juga diharapkan mampu melahirkan policy brief yang dapat menjadi rujukan dalam mengatasi berbagai persoalan publik dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat,” ujar Ruchman.
Ia juga menyampaikan kegelisahannya terhadap kecenderungan sebagian kalangan akademisi yang dinilai mulai menjauh dari persoalan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, derasnya arus informasi yang serba instan di media digital telah memengaruhi tradisi akademik yang sebelumnya bertumpu pada kedalaman analisis dan kajian ilmiah.
Ruchman berharap program Mora the Air Funds dapat menjadi ruang lahirnya penelitian yang lebih mendalam, kritis, dan aplikatif terhadap berbagai problem keilmuan maupun persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Melalui riset Mora The Air Funds sangat diharapkan muncul kajian-kajian yang mendalam dan aplikatif terhadap berbagai persoalan keilmuan dan kemasyarakatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Hendro, dalam presentasinya memaparkan sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan oleh institusi perguruan tinggi, LPPM, maupun para periset agar pelaksanaan riset berjalan optimal dan pelaporan administrasi dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Ia menekankan pentingnya ketepatan tata kelola sejak tahap perencanaan proposal, pelaksanaan program, hingga penyusunan laporan akhir agar kegiatan riset tidak hanya berkualitas secara substansi, tetapi juga aman secara administratif.
Dalam sambutannya Kapuspenma, Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag mengatakan besok Rabu, 19 Mei 2026 jika tidak ada kendala maka pendaftaran Mora the Air Funds 2026 akan dibuka.
Materi presentasi yang disampaikan oleh Katim Beasiswa, Hendro dapat dipelajari lebih lanjut melalui PPT dengan mengklik tautan berikut: https://bit.ly/PendanaanRisetIndonesiaBangkit
Editor: Doni