JAMBI — Suasana ruang rapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tampak dipenuhi puluhan mahasiswa dalam kegiatan Pembekalan Volunter Pengabdian kepada Masyarakat SDGs yang diselenggarakan oleh Pusat Lingkungan Hidup dan Sustainable Development Goals (PLH&SDGs). Kegiatan pembekalan volunter merupakan langkah awal pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang nantinya dapat direkognisi sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UIN Jambi di tahun 2026.
Korpus LHSDGs, Dr. Irmawati Sagala, menyampaikan bahwa program pengabdian masyarakat SDGs diikuti oleh 54 volunter mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Jambi. Selain itu, terdapat enam dosen pembimbing lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Menurut Dr. Irmawati, para mahasiswa volunter nantinya akan menjalankan sejumlah program berbasis keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan itu meliputi: Pendampingan di empat desa lingkar kampus UIN Jambi, Pengelolaan sampah, hingga dukungan terhadap persiapan UI GreenMetric tahun 2026.
Dr. Irmawati menegaskan, program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai aktivitas akademik semata, melainkan juga sebagai ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk terlibat langsung di tengah masyarakat.
“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekaligus mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki secara nyata di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembekalan dilakukan agar mahasiswa memahami pola kerja, pendekatan sosial, serta target kegiatan sebelum turun ke lapangan. Menurutnya, hanya mahasiswa yang mengikuti seluruh rangkaian program dengan baik yang nantinya akan dinyatakan lulus dan dapat mengklaim kegiatan tersebut kepada Korpus Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai rekognisi KKN 2026.
Ketua LPPM, Fridiyanto, yang turut hadir dalam kegiatan meminta mahasiswa untuk mengikuti seluruh rangkaian program secara disiplin dan serius agar memperoleh hasil maksimal dan terbaik bahi mahasiswa dan bagi masyarakat.
Fridiyanto mengatakan kegiatan yang dirancang oleh PLHSDGs tidak hanya memperkuat kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga memberi pengalaman praksis yang sulit diperoleh di ruang kelas. Menurutnya, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan dinamika sosial masyarakat sehingga dituntut mampu menerapkan ilmu pengetahuan secara kontekstual.
“Di masyarakat mahasiswa akan belajar banyak hal, mulai dari kemampuan beradaptasi, komunikasi sosial, hingga bagaimana menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi, pada tahun 2026 LPPM UIN STS Jambi menyiapkan empat skema KKN bagi mahasiswa, yakni KKN Reguler, KKN Rekognisi, KKN Konversi, dan KKN Nusantara.
Editor: Doni