Seminar Pengelolaan Sampah di Jambi Satukan Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat

Berita 3 menit baca 8 kali dilihat
Seminar Pengelolaan Sampah di Jambi Satukan Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat

JAMBI — Persoalan sampah yang kian kompleks di Provinsi Jambi mendorong LPPM UIN Jambi dan berbagai pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari solusi. Melalui seminar bertajuk “Pengelolaan Sampah di Provinsi Jambi: Harapan dan Kenyataan”, UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menghadirkan pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan komunitas lingkungan guna membahas strategi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Korpus Lingkungan Hidup dan Sustainable Development Goals (SDGs) ini merupakan bagian dari implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama serta penguatan agenda Green Campus UIN STS Jambi. Seminar menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pekan Lingkungan yang melibatkan berbagai unsur sivitas akademika dan masyarakat.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai institusi, antara lain pemerintah desa di kawasan Muaro Jambi, Forum Daerah Aliran Sungai (DAS), Lembaga Adat Melayu (LAM) Muaro Jambi, perguruan tinggi negeri dan swasta, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang lingkungan hidup. Dari unsur pemerintah, Dr. Hj. Ir. Asnelly Ridha Daulay dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi memaparkan materi mengenai kebijakan dan program pengelolaan sampah di Provinsi Jambi. Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Jambi, Ir. H. Tagor Mulia Nasution, M.M., mengulas berbagai persoalan sampah yang berdampak terhadap ekosistem DAS dan wilayah pesisir.

Perspektif perguruan tinggi disampaikan oleh Dr. Bina Kurniawan, S.K.M., M.Kes., Kepala UPT K3L Universitas Diponegoro, yang menyoroti peran kampus dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis edukasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat. Adapun pengalaman praktik lapangan dipaparkan oleh Tamrin Abbas, Kepala TPS3R Sulur Berkah Jambi, yang menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menangani persoalan sampah dari tingkat lingkungan terkecil.

Selain seminar, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Forum DAS dan Universitas Adiwangsa Jambi sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Korpus LH dan SDGs, Dr. Irmawati Sagala menjelaskan bahwa isu sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor lainnya agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan didukung oleh berbagai unit di lingkungan UIN STS Jambi, antara lain Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), bagian umum, Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD), humas, dosen, mahasiswa Praktik Lapangan Profesi (PLP), serta tim LPPM. Keterlibatan lintas unit tersebut menunjukkan komitmen universitas dalam menjadikan isu lingkungan sebagai gerakan bersama.

Rektor UIN Jambi sangat mengapresiasi kegiatan seminar yang membahas sampah ini karena memang menjadi masalah besar. Menurut rektor, UIN Jambi harus berkontribusi mengatasi masalah sampah.

Ketua LPPM berharap elalui seminar ini, UIN STS Jambi berharap lahir gagasan, rekomendasi, dan jejaring kerja sama yang mampu memperkuat upaya pengelolaan sampah di Provinsi Jambi. Di tengah meningkatnya tantangan lingkungan, kolaborasi berbagai pihak dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Editor: Doni

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.