Monitoring LPPM UIN STS Jambi di seruway, Aceh tamiang : Evaluasi dan Arahan untuk Sukseskan KKN Melayu Serumpun V
Seruway, Aceh tamiang – Dalam upaya memastikan kelancaran dan kesuksesan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun V, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi melakukan kunjungan monitoring di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (15/8/2024). Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) LPPM mengunjungi tiga desa yang menjadi bagian lokasi pelaksanaan KKN, yaitu Desa Padan Langgis, Desa Binjai, dan Desa Pantai Balai.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan program yang sedang dijalankan oleh mahasiswa KKN, serta memberikan arahan dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Tim Monev yang terdiri dari Staff Pusat Penelitian dan Staff Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIN STS Jambi, berinteraksi langsung dengan mahasiswa serta aparatur desa setempat untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan program.


Tim Monev LPPM UIN STS Jambi, Damiri, S.Ud, M. Ag menyatakan bahwa kunjungan ini sangat penting untuk memastikan program KKN berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa kami tidak hanya melaksanakan tugas KKN mereka dengan baik, tetapi juga benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di lokasi mereka ditempatkan,” ujar Damiri.

Selama kunjungan, tim Monev mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa, seperti hambatan yang terjadi di setiap posko dan akses terhadap sumber daya lokal. Namun, tim juga menemukan bahwa program-program yang dijalankan telah memberikan dampak positif, seperti peningkatan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian di setiap desa , serta inisiatif-inisiatif kreatif mahasiswa dalam mengatasi kendala di lapangan.
Di Desa Padan Linggis, misalnya, mahasiswa KKN berhasil menggalakkan program peningkatan UMKM, pelatihan pembuatan minyak jelanta menjadi lilin aroma terapi. Sementara itu, di Desa Binjai, mahasiswa fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dengan mengadakan kelas tambahan untuk anak-anak sekolah dasar. Sedangkan di Desa Pantai Balai, program yang dijalankan berfokus pada bidang lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan seperti pembuatan sabun mandi dari biji sawit.
Tim Monev juga memberikan beberapa arahan dan rekomendasi untuk penyempurnaan program ke depan. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan masyarakat lokal serta perlunya adaptasi program sesuai dengan kondisi dan kebutuhan spesifik setiap desa.
“Kami berharap mahasiswa KKN dapat terus berinovasi dan berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Dukungan dari semua pihak, termasuk aparatur desa dan masyarakat, sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama dalam program KKN ini,” tambah Ricco fardiansyah, S.S M. Ag salah satu tim Monev LPPM UIN STS jambi.

Kegiatan monitoring ini diakhiri dengan diskusi bersama antara tim Monev, mahasiswa KKN, dan tokoh masyarakat setempat untuk menyusun rencana tindak lanjut dari hasil evaluasi yang telah dilakukan. Tim Monev LPPM UIN STS Jambi berharap bahwa program KKN Melayu Serumpun V dapat menjadi contoh keberhasilan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengatasi berbagai tantangan pembangunan di tingkat lokal.


By : *Ricco Fardiansyah, S.S.,M.Ag