Tim LPPM Ikuti Pelatihan Pelayanan Inklusif
JAMBI — Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperkuat komitmen membangun lingkungan kampus inklusif melalui Pelatihan Teknis Pelayanan Administratif Inklusif bagi Tenaga Kependidikan di lingkungan UIN STS Jambi, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang digelar Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK) itu berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Amphitheater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi. Pelatihan dibuka Kepala Biro AUPKK Dr. H. Muhammad Abdu, S.Pd.I., M.M.
Dr. Muhammad Abdu mengatakan, penerapan inklusi perlu dimulai dari aspek paling dasar, yakni pelayanan. Menurut dia, tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam memastikan seluruh warga kampus memperoleh pelayanan yang layak, mudah diakses, dan bebas diskriminasi.
“Penting bagi kita untuk memulai inklusi dari tingkat yang paling dasar, yaitu pelayanan. Setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang lebih inklusif kepada setiap orang, terlebih kepada teman-teman penyandang disabilitas,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Nisaul Fadilah, M.Si., Ph.D., Koordinator Pusat Gender, Anak dan Disabilitas LPPM UIN STS Jambi, menyampaikan materi mengenai akses layanan bagi difabel dan pelayanan administratif inklusif bagi penyandang disabilitas.
Nisaul menjelaskan pentingnya tenaga kependidikan memahami ragam disabilitas serta kebutuhan masing-masing individu. Pemahaman tersebut dinilai penting karena mahasiswa penyandang disabilitas telah tersebar di sejumlah fakultas di lingkungan UIN Jambi.
Selain pemahaman mengenai ragam disabilitas, peserta diberikan pengetahuan mengenai etika berinteraksi dan memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas. Menurut Nisaul, pelayanan inklusif tidak cukup hanya mengandalkan sikap dan komunikasi, tetapi juga perlu didukung ketersediaan fasilitas yang aksesibel.
Penyediaan aksesibilitas, lanjut dia, merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah dan setara. Ia juga memaparkan perkembangan positif yang dirasakan mahasiswa penyandang disabilitas setelah memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di UIN Jambi.

Narasumber kedua, Ika Noor Hidayati, guru SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi, menyampaikan materi mengenai etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.
Ika menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Peserta juga diperkenalkan dengan ketentuan dan landasan hukum mengenai penyandang disabilitas di Indonesia.
Ia turut menjelaskan ragam dan tingkatan disabilitas agar tenaga kependidikan dapat mengenali karakteristik serta kebutuhan setiap individu dalam memberikan pelayanan.
Melalui pelatihan tersebut, tenaga kependidikan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konsep inklusi, tetapi mampu menerapkannya dalam pelayanan administratif sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya UIN STS Jambi membangun budaya pelayanan yang ramah, setara, aksesibel, dan non diskriminatif bagi seluruh warga kampus, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.
Bagikan: