Rabu (31/07/25) LPPM UIN Jambi menyelenggarakan penandatanganan kerjasama dan Seminar pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Era media sosial telah memberikan ruang tindakan kekerasan dan pelecehan semakin luas.
Kepala Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Jambi berharap kegiatan ini dapat mendukung pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang saat ini masih sangat tinggi laporan masuk. Kadis berharap dengan Perjanjian Kerjasama antara LPPM dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Jambi dapat mengupayakan pelayanan terbaik untuk mencegah kekerasan pada perempuan dan anak.
Rektor UIN STS Jambi yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Ayub Mursalin menyampaikan tentang pentingnya sinergi antara kampus, masyarakat, dan pemerintah dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
WR 1 mengingatkan bahwa Kota Jambi yang memeroleh Kota Layak Anak tetap harus mengantisipasi berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. WR 1 mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi media untuk dosen dapat terlibat dalam pengabdian masyarakat.
WR 1 mengatakan bahwa kita ingin warga negara merasa nyaman terutama bagi perempuan dan anak. WR 1 mengingatkan kita harus benar-benar cerdas dalam bermedia sosial, “Ambillah manfaat dari media sosial, bukan negatifnya”. Media sosial dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak dalam kegiatan positif khususnya untuk mencegah kekerasan. Di media online saat ini ada KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online), “Kita harus bijak dalam menggunakan medsos, jangan bullying, intimidasi dan kekerasan sexual”.
Nining menyampaikan materi”Cerdas Bermedia Sosial dalam Mencegah Kekerasan Sexual”, pemateri menyampaikan tentang perlunya para remaja putri dalam bermedia sosial.
Ahli Psikologi Remaja, Dian Syafitrah, memaparkan presentasi berjudul, “Sinergi Lintas Sektor dalam Pencegahan dan Penanganan KTPA di Satuan Pendidikan”. Dian menjelaskan tindak kekerasan terdiri dari: fisik, psikis,sexual, penelantaran ekonomi, dan tradisi.
Korpus PGAD menyampaikan bahwa kegiatan PKS dan Seminar ini kegiatan dalam rangka hari anak dengan melibatkan kepanitiaan dari peserta magang DRPPA se – Jaluko. Mahasiswa magang tersebut sudah melakukan juga sosialisasi anti kekerasan di lingkungan sekolah dan desa, seminar ini ini adalah seminar puncak dari berbagai rangkaian.
Nisaul mengatakan bahwa PKS dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Jambi sama dengan PKS bersama Pemkab Tanjabar, hanya nama kegiatan berbeda,”Rumah Bersama Indonesia”. Secara spirit sama dengan DRPPA di Tanjabar.
Ketua LPPM, Fridiyanto berharap para siswa dan siswi khususnya yang hadir dalam kegiatan seminar dapat menjadi agen anti kekerasan melalui media online,”Para pelajar yang hadir dalam kegiatan ini kami harap dapat mengingatkan teman-temannya di sekolah untuk berhati-hati dalam bermain media sosial”, tutupnya.
Editor: Doni