LPPM Hadiri Audiensi dengan Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence

Selasa (13/08/25) UIN Jambi melakukan audiensi dengan APAII. Dalam audiensi ini dibahas tentang manfaat AI, namun juga dampak negatifnya.

Rektor UIN Jambi menyampaikan bahwa teknologi AI tidak bisa dihindari lagi,”Para akademisi harus beradaptasi dengan AI, saya akan ikit belajar kalau nanti kita ada program pelatihan AI” ujarnya.

Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence Indonesia (APAII) adalah organisasi yang berfokus pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Berikut beberapa informasi tentang APAII:

Tujuan dan Aktivitas

– Mendorong inovasi, riset, dan kolaborasi di bidang AI

– Mengadakan seminar, workshop, dan konferensi untuk membahas perkembangan terbaru dan aplikasi AI di berbagai bidang

– Membentuk komunitas AI yang aktif dan berjejaring untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman

– Menerbitkan jurnal, artikel, dan laporan tentang tren, penelitian, dan aplikasi AI

Kerja Sama dan Program

– APAII bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) untuk meningkatkan literasi digital dan mendorong penumbuhan minat wirausaha di kalangan pemuda

– Mengadakan webinar nasional pemuda dengan topik “Revolusi Keahlian di Era Digital Marketing”

– Berkolaborasi dengan institusi pendidikan dan industri untuk mengembangkan kurikulum AI dan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia di bidang AI

Pemateri menjelaskan bahwa tantangan teknologi AI dapat dibagi menjadi beberapa aspek, antara lain:

Tantangan Teknis

Keamanan dan Privasi Data: AI membutuhkan data dalam jumlah besar untuk melatih algoritma, namun hal ini menimbulkan tantangan dalam menjaga keamanan dan privasi data tersebut.

Keterbatasan Infrastruktur: Implementasi AI memerlukan infrastruktur teknologi yang canggih dan sumber daya yang besar, tidak semua organisasi atau negara memiliki kemampuan untuk menyediakan hal ini.

Kesenjangan Keterampilan: Perkembangan AI dapat menyebabkan kesenjangan keterampilan di masyarakat, tenaga kerja perlu beradaptasi dengan teknologi baru untuk tetap relevan.

Tantangan Etis

Bias dan Diskriminasi: AI dapat mempertahankan atau memperbesar bias dan diskriminasi yang ada jika data yang digunakan dalam proses pembelajaran bersifat bias.

Penggunaan AI yang Bertanggung Jawab: AI harus digunakan dengan hati-hati untuk menghindari pelanggaran hak asasi manusia dan privasi individu.

Transparansi dan Akuntabilitas: Keputusan yang dibuat oleh AI harus dapat dipertanggungjawabkan dan dipahami oleh manusia ¹ ².

Dalam diskusi dibahas tentang tantangan Sosial dan Ekonomi teknologi AI.

Pengangguran Teknologi: Otomatisasi yang didukung AI dapat menggantikan pekerjaan manusia dalam beberapa sektor, sehingga menimbulkan risiko pengangguran.

Ketergantungan pada Teknologi: Ketergantungan yang berlebihan pada AI dapat menyebabkan hilangnya kreativitas, intuisi, dan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh manusia.

Kesenjangan Digital: Sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengalami kesulitan dalam mengakses teknologi informasi dan komunikasi, termasuk teknologi AI.

Ketua LPPM, Fridiyanto mengatakan saat ini teknologi AI sangat menjadi tantangan dalam dunia penelitian,”AI jika disalahgunakan akan membuat para penulis atau peneliti tidak lagi mau bersusah payah melahirkan karyabyang memdalam tapi sudah dapat diselesaikan dengan AI. AI harus digunakan dengan etika penelitian yang kokoh dan komitmen tinggi” ujarnya.

Editor: Doni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899