Ekspos Inovasi Mahasiswa Warnai Penutupan KKN Nusantara VI di Lebak-Banten

Ekspos Inovasi Mahasiswa Warnai Penutupan KKN Nusantara VI di Lebak-Banten

Berita 3 menit baca 20 kali dilihat

LEBAK, 20 Agustus 2026 — Rangkaian Kuliah Kerja Nyata Nusantara VI Tahun 2026 memasuki tahap ekspos hasil dan penutupan di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Ekoteologi, Menjaga Tradisi: Meneguhkan Iman, Melestarikan Alam” itu mempertemukan perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.

KKN Nusantara VI merupakan program pengabdian lintas perguruan tinggi yang dipusatkan di Kecamatan Leuwidamar dan Cirinten, Kabupaten Lebak. Program tersebut melibatkan 240 mahasiswa dari 42 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Indonesia.

Dalam ekspos hasil, sejumlah program yang dilaksanakan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat menjadi perhatian. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial, tetapi juga menyentuh kebutuhan dan potensi desa.

Camat Leuwidamar Agus Nugraha mengatakan, kehadiran mahasiswa KKN Nusantara bermanfaat nyata bagi masyarakat. Menurut dia, sejumlah inovasi yang dihasilkan mahasiswa berpotensi terus dimanfaatkan setelah program KKN berakhir.

“Di antaranya website desa, donor darah, serta inovasi puding stunting,” kata Agus.

Ia menilai inovasi puding stunting menjadi salah satu program penting mengingat persoalan stunting masih menjadi perhatian di wilayah Leuwidamar. Program tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat diarahkan pada kebutuhan konkret masyarakat.

Selain memberikan solusi atas persoalan lokal, KKN Nusantara juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat dan kearifan lokal. Kawasan sekitar Leuwidamar dan wilayah adat Baduy menjadi konteks penting dalam pelaksanaan KKN tahun 2026 karena memiliki tradisi dan praktik kehidupan yang berkaitan erat dengan penghormatan terhadap alam.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN Nusantara VI hingga tahap penutupan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, dan Kementerian Agama dinilai menjadi bagian penting dari keberhasilan program tersebut.

Kasubdit Litapdimas, Nurkafid, mengatakan KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk belajar tentang hidup dan kehidupan. Melalui KKN, mahasiswa belajar menerima sekaligus diterima di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang dan karakter beragam.

“Selama KKN Nusantara, mahasiswa merasakan pengalaman yang akan sangat berharga,” ujar Nurkafid.

Nurkafid juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan KKN. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kesalahan yang dilakukan mahasiswa selama menjalankan tugas pengabdian di masyarakat.

Ia berpesan agar pengalaman selama KKN tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus. Mahasiswa diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai masyarakat Baduy yang menurut dia memiliki kekayaan pengetahuan, tradisi, dan nilai kehidupan yang dapat dipelajari.

“Mahasiswa diharapkan dapat menyampaikan informasi tentang masyarakat Baduy yang kaya dalam banyak hal,” katanya.

Bagi mahasiswa, pengalaman KKN Nusantara tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran sosial. Interaksi dengan masyarakat, lingkungan, dan tradisi lokal memberikan pengalaman langsung mengenai keberagaman Indonesia.

Dalam agenda ekspos hasil dan penutupan tersebut, LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi turut hadir untuk menjemput utusan mahasiswa yang mengikuti KKN Nusantara VI.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.