LPPM dan Beranda Perempuan akan Selenggarakan Webinar Perempuan dan Perubahan Iklim

LPPM dan Beranda Perempuan akan Selenggarakan Webinar Perempuan dan Perubahan Iklim

Berita 4 menit baca 225 kali dilihat

Jum’at (11/07/2025) LPPM UIN STS Jambi dan Beranda Perempuan melakukan pertemuan untuk membahas persiapan webinar nasional dan webinar internasional tentang,”Perempuan dan Perubahan Iklim”. Dalam rangkaian webinar ini para peneliti akan membahas bagaimana perubahan iklim telah berdampak langsung pada perempuan sebagai komunitas yang paling beresiko akibat pemanasan global dan perubahan iklim.

Sekilas tentang NGO Beranda Perempuan, bahwa Beranda Perempuan adalah organisasi perempuan independen, non pemerintah yang telah aktif melakukan pemberdayaan bagi komunitas perempuan di akar rumput. Beranda perempuan dikenal publik sebagai lembaga yang memiliki komitmen untuk memberikan edukasi bagi komunitas perempuan agar menjadi mandiri dari berbagai sektor, di antaranya adalah perempuan petani, perempuan adat, migran dan perempuan muda mahasiswi.

Beranda Perempuan memandang, persoalan perempuan lintas sektor bermuara dari sistem ekonomi politik yang eksploitatif dan semakin menguat dalam cengkraman budaya patriakhal. Pemajuan hak-hak perempuan dapat diraih dengan melahirkan gerakan kolektif perempuan yang kuat dengan membangun solidaritas antar kelompok masyarakat marginal. Beranda Perempuan juga mendorong kepemimpinan dan partisipasi bermakna Perempuan dalam pengambilan keputusan di dalam organisasi, jaringan, dan forum-forum lain di masyarakat baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Direktur Beranda Perempuan, Zubaidah menyampaikan bahwa kegiatan webinar yang akan diselenggarakan oleh Beranda Perempuan dan LPPM UIN STS Jambi akan mendiskusikan isu terkait perempuan dan perubahan iklim. Dalam diskusi ini akan intens membahas apa dampak perubahan iklim bagi perempuan. Zubiadah mengatakan nantinya diskusi akan dimulai dari tahap mengenai apa itu perubahan iklim, apa penyebab dan dampak dari perubahan iklim,”Tujuan dari seminar yaitu lebih kepada edukasi publik, yang merupakan hasil temuan para peneliti perempuan dan iklim di lapangan dan akan menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan dalam hak-hak Perempuan”, kata Zubaidah.

Zubaidah mengatakan dari kegiatan webinar diskusi ini akan sekaligus menjadi momen untuk melihat bagaimana masyarakat kampus, khususnya UIN Jambi dalam menyikapi isu perubahan iklim dalam penelitian-penelitiannya. Sekretaris LPPM, M. Husnul Abid mengatakan bahwa saat ini isu riset tentang perubahan iklim belum menjadi perhatian dan garapan serius oleh kalangan civitas academica UIN Jambi,”dengan adanya kerjasama dengan Beranda Perempuan dan rangkaian kegiatan diskusi tentang Perubahan Iklim dan Perempuan ini nantinya akan menjadi momen bagi peneliti di UIN Jambi untuk masuk dan menggarap serius isu perubahan iklim, perempuan dan lingkungan serta carbon trading,” ujar Abid.

Koordinator Pusat Perempuan Gender dan Anak, Nisaul Fadilah, Ph.D mengatakan bahwa kajian gender dan lingkungan masih sangat sedikit maka dalam rangkaian webinar nasional dan internasional ini diperlukan tahapan demi tahapan agar dapat dicerna oleh publik. Nisaul mengatakan rangkaian webinar ini juga sangat ramah kaum difabel,”Nanti kita juga akan menggunakan Bahasa isyarat dari volunteer yang telah dilatih oleh PGAD, sehingga webinar ini juga bisa diikuti oleh kaum difabel. Tentunya ini juga sebagi bentuk nyata kampus UIN sebagai kampus inklusi”, ujarnya.

LPPM UIN Jambi dan Beranda Perempuan menyepakati bahwa akan menyelenggarakan dua rangkaian diskusi : Pertama, Webinar Nasional akan diselenggarakan sebanyak empat sesi pada tanggal 17, 21, 24, dan 28 Juli 2025. Kemudian pada sesi Webinar Internasional akan diselenggarakan pada pertengahan Agustus 2025 dengan mengundang peneliti dari Asia Pacific Forum on Women, Law and Development (APWLD).

Ketua LPPM, Fridiyanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU dan Perjanjian Kerjasama yang telah dilakukan. Menurutnya LPPM mendapatkan tugas untuk mengarusutamakan isu lingkungan, dan gender,”Tema yang dirumuskan tentang Perempuan dan Perubahan Iklim ini sangat relevan dengan program Rektor untuk menjadikan kampus UIN Jambi sebagai pendorong kepedulian terhadap lingkungan”.

Fridiyanto mengatakan bahwa tema yang spesifik perempuan dan lingkungan ini sangat penting dinarasikan karena perubahan iklim telah berdampak nyata bagi kaum perempuan, seperti perempuan tani dan perempuan adat, perempuan adalah yang paling beresiko karena perubahan iklim. Dampak perubahan iklim bagi perempuan terasa senyap, tidak banyak yang mengetahui bahwa industrialisasi yang menyebabkan pemanasan global membuat perempuan tani mengalami kendala dalam aktivitasnya, begitu juga perempuan adat yang mengalami langsung akibat kerusakan lingkungan, sehingga semua ini berdampak negatif terhadap kehidupan komunitas perempuan,”Persoalan ini perlu menjadi perhatian bagi masyarakat akademik, agar dapat meminimalisir kerugian berbagai aspek dari perubahan iklim. Semoga rangkaian webinar nasional dan internasional tentang Perempuan dan Perubahan Iklim ini nantinya akan berjalan sukses”, tutupnya.

Dalam pertemuan via zoom meeting ini dihadiri oleh Tim LPPM dan tim Beranda Perempuan.

Editor: Doni

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.