Tim Periset MORA Fund UIN Jambi Berkoordinasi dengan Kapuspenma Kemenag
Jambi — Seluruh tim periset penerima pendanaan MORA Fund Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi melakukan koordinasi dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Kapuspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag, di Ruang Rapat Rektor UIN STS Jambi. Pertemuan tersebut turut dihadiri Hendro Dwi Antoro, S.H., C.MED., serta jajaran pimpinan universitas dan tim LPPM.
Hadir dalam kegiatan itu Rektor UIN STS Jambi, Wakil Rektor I, para peneliti penerima MORA Fund, serta tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan menjadi forum koordinasi untuk memperkuat pelaksanaan penelitian yang didanai melalui program MORA Fund.
Dalam arahannya, Ruchman Basori menekankan pentingnya pelaksanaan penelitian yang tidak hanya memenuhi target akademik, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, penelitian yang didukung oleh dana publik harus mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Penelitian harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan luaran yang berkualitas. Lebih dari itu, riset yang dilakukan perlu memberikan dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan menjadi bagian dari upaya penyelesaian berbagai persoalan kehidupan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para peneliti untuk menjaga kualitas pelaksanaan riset sejak tahap perencanaan, pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan luaran penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memiliki nilai guna yang lebih luas.
Selain memberikan arahan, Kapuspenma memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendengarkan berbagai aspirasi dari para peneliti. Beragam saran, masukan, dan pengalaman yang disampaikan peserta menjadi bahan evaluasi dalam penguatan tata kelola program penelitian MORA di masa mendatang.
Menurut Ruchman, komunikasi yang baik antara pengelola program dan peneliti merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas penelitian di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. Karena itu, berbagai masukan dari para peneliti akan menjadi perhatian dalam upaya penyempurnaan kebijakan dan pelaksanaan program penelitian.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi para peneliti untuk menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan riset sekaligus berdiskusi mengenai strategi untuk meningkatkan kualitas dan kebermanfaatan hasil penelitian.
Melalui koordinasi ini, UIN STS Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya riset yang unggul dan berdampak. Dukungan pendanaan melalui program MORA Fund diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian-penelitian berkualitas yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan pemberdayaan masyarakat.