UIN STS Jambi dan RSUD Bayung Lencir Bahas Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Tenaga Kesehatan

UIN STS Jambi dan RSUD Bayung Lencir Bahas Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Tenaga Kesehatan

Berita 2 menit baca 23 kali dilihat

UIN STS JAMBI — Kebutuhan pelayanan yang lebih inklusif bagi pasien Tuli mendorong RSUD Bayung Lencir untuk menjajaki kerja sama dengan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam penyelenggaraan pelatihan bahasa isyarat bagi tenaga kesehatan.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, UIN STS Jambi melalui Kepala Unit Pengembangan Bahasa (UPB). Dr. Aris Dwi Nugroho  bersama Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD), Nisaul Fadillah, PhD melakukan pertemuan awal secara daring melalui Zoom dengan pihak RSUD Bayung Lencir, Selasa (6/10/2026). Pertemuan membahas kebutuhan pelatihan bahasa isyarat yang dapat mendukung tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien Tuli.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur RSUD Bayung Lencir yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Bayung Lencir, Ns. Andrian, S.Kep., MM, menyampaikan kebutuhan peningkatan kemampuan komunikasi tenaga kesehatan dengan pasien Tuli. Kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat dinilai penting untuk membantu memastikan informasi terkait pelayanan kesehatan dapat disampaikan dan dipahami dengan lebih baik.

Kebutuhan tersebut juga sejalan dengan tuntutan penyelenggaraan layanan publik yang semakin memperhatikan aspek aksesibilitas dan inklusivitas, termasuk dalam layanan kesehatan. Pasien Tuli memiliki kebutuhan komunikasi yang perlu diperhatikan agar dapat memperoleh pelayanan secara setara.

Menanggapi kebutuhan tersebut, UIN STS Jambi melalui UPB dan PGAD membuka peluang untuk mendukung pelaksanaan pelatihan bahasa isyarat bagi tenaga kesehatan RSUD Bayung Lencir. Pelatihan nantinya akan diarahkan pada kebutuhan praktis di lingkungan pelayanan kesehatan, sehingga materi yang diberikan tidak hanya berupa pengenalan bahasa isyarat secara umum.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, PGAD UIN STS Jambi juga akan menyiapkan modul bahasa isyarat yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan. Modul tersebut diharapkan dapat memuat kosakata dan situasi komunikasi yang relevan dengan interaksi tenaga kesehatan dan pasien Tuli.

Pertemuan awal ini menjadi langkah untuk mematangkan bentuk kerja sama dan teknis pelaksanaan pelatihan ke depan. UIN STS Jambi menyambut baik kebutuhan yang disampaikan RSUD Bayung Lencir dan berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi pada penguatan layanan kesehatan yang lebih ramah, aksesibel, dan inklusif bagi pasien Tuli.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.