Stop Cyberbullying! Mahasiswa Magang di PGAD Edukasi PPKS tentang Bahaya Dunia Maya
Jambi, 16 Juli 2025 – Mahasiswa Magang Pusat Gender, Anak dan Disabilitas (PGAD) untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya cyberbullying di Pondok Pesantren Qoryatul Huffaz Kenali Asam Bawah, Jambi. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri akan ancaman cyberbullying ini berlangsung pada hari Rabu, 16 Juli 2025.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari program mahasiswa yang Magang PGAD untuk PPKS UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang berfokus pada edukasi dan pencegahan berbagai bentuk kekerasan, termasuk di dunia maya. Peserta penyuluhan, yang terdiri dari para santri Pondok Pesantren Qoryatul Huffaz, tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan.
Yuanita, M.Psi., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Magang, hadir dan secara langsung menyampaikan materi penyuluhan. Dalam paparannya, Yuanita menjelaskan secara mendalam mengenai definisi cyberbullying, berbagai bentuknya, dampak negatif yang ditimbulkan baik bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan jika menghadapi cyberbullying.
“Penting bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk memahami cyberbullying dan bagaimana menghadapinya,” ujar Ibu Yuanita. “Internet dan media sosial memang memberikan banyak manfaat, tetapi juga menyimpan potensi bahaya jika tidak digunakan dengan bijak. Kami berharap penyuluhan ini dapat membekali para santri dengan pengetahuan dan kesadaran untuk melindungi diri dari cyberbullying.”
Kegiatan ini disambut baik oleh Ustadz DR. H. M. Miptahuttariq, S.Sy., M.A, Al-Hafizh selaku pimpinan Pondok Pesantren Qoryatul Huffaz yang melihat pentingnya edukasi tentang cyberbullying di tengah semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi. Diharapkan, melalui penyuluhan ini, para santri dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam memerangi cyberbullying di lingkungan mereka.
Terpisah, Nisaul Fadillah, Korpus Gender, Anak dan Disabilitas UIN STS Jambi, berharap kegiatan edukasi dan pencegahan tindak kekerasan ini tidak hanya berjalan di ruang internal kampus UIN Jambi, tetapi juga di lingkungan yang lebih luas.
Editor: Doni