UIN STS Jambi Ambil Peran Strategis dalam Penyusunan RAD Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO di Tanjung Jabung Barat
Tanjung Jabung Barat – Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Nisaul Fadillah, M.Si., PhD, bersama Koordinator PLHSDGs UIN STS Jambi, Dr. Irmawati Sagala, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Awal Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Aina Dewiana, S.Pd., pada tgl 20 Oktober 2026 di Aula DP3AP2KB Tanjung Jabung Barat, dan dihadiri perwakilan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kepemudaan, serta organisasi kemasyarakatan.
Dalam pemaparannya, Nisaul Fadillah menekankan pentingnya penyusunan RAD pencegahan kekerasan terhadap perempuan yang didasarkan pada data dan kondisi nyata di daerah. Analisis tidak cukup hanya mengandalkan jumlah kasus yang tercatat, tetapi juga perlu mempertimbangkan karakteristik korban, sebaran wilayah, hambatan pelaporan, akses terhadap layanan, serta kapasitas kelembagaan dan anggaran. Pendekatan ini diperlukan agar program pencegahan dan penanganan dapat disusun sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dr. Irmawati Sagala membahas kerangka mitigasi TPPO dengan menyoroti tantangan geografis wilayah pesisir dan pelabuhan di Tanjung Jabung Barat. Penyusunan RAD TPPO perlu mengintegrasikan upaya pencegahan, perlindungan dan pemulihan korban, serta penegakan hukum dan penguatan tata kelola. Pengawasan jalur keberangkatan, edukasi masyarakat mengenai modus perekrutan yang berisiko, penguatan layanan korban, dan koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dari agenda tersebut.
Rapat koordinasi awal ini menjadi langkah pembuka dalam proses penyusunan RAD yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga Desember 2026. Proses tersebut merupakan realisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara LPPM UIN STS Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tim Pokja juga melibatkan beberapa personalia dari UIN STS Jambi.

Melalui kolaborasi ini, UIN STS Jambi diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat perumusan kebijakan daerah yang berbasis data, memperjelas peran masing-masing pemangku kepentingan, serta mendorong langkah pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO yang lebih terarah dan terpadu.
Bagikan: