Dosen UIN STS Jambi Paparkan Praktik COIL di Michigan State University

Dosen UIN STS Jambi Paparkan Praktik COIL di Michigan State University

Berita 3 menit baca 10 kali dilihat

EAST LANSING, KOMPAS — Program Collaborative Online International Learning (COIL) kembali menjadi sorotan dalam forum akademik internasional. Pada Selasa (30/9/2026), Dion Ginato seorang dosen dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menjadi pemateri dalam sesi Brown Bag di College of Education, Michigan State University (MSU), Amerika Serikat. Kegiatan yang berlangsung di ruang 133F Kiva itu menghadirkan diskusi mengenai peluang dan tantangan pembelajaran kolaboratif lintas negara.

Sesi yang digelar dalam format hybrid tersebut dihadiri dosen dan mahasiswa MSU, baik secara langsung maupun melalui Zoom. Kehadiran pemateri dari Indonesia memberikan perspektif baru mengenai implementasi COIL, terutama dari konteks perguruan tinggi di Asia Tenggara.

Akses Belajar Global Tanpa Batas Geografis

Dalam paparannya, Dr. Ginanto menjelaskan bahwa COIL merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang membuka akses internasional bagi mahasiswa tanpa harus melakukan mobilitas fisik. Melalui COIL, mahasiswa Indonesia dan Amerika dapat mengikuti kelas bersama, berdiskusi, serta bertukar pandangan budaya dan akademik secara daring.

“Di saat banyak mahasiswa ingin belajar ke luar negeri tetapi terhalang biaya atau persyaratan beasiswa, COIL hadir sebagai alternatif yang inklusif,” ujarnya. Interaksi dalam kelas COIL dilakukan melalui Zoom, WhatsApp, dan email, sehingga memungkinkan kolaborasi lintas negara dengan biaya minimal. “Nyaris tanpa biaya, hanya membutuhkan paket internet. Di era digital, paket data sudah menjadi kebutuhan dasar mahasiswa,” tambahnya.

UIN STS Jambi telah menjalankan beberapa kelas COIL bersama MSU dan University of Wyoming. Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan profesor luar negeri serta memahami isu-isu pendidikan dari perspektif global.

Antusiasme Peserta dan Peluang Kolaborasi

Sesi berlangsung dinamis dengan banyak pertanyaan dari peserta, baik yang hadir langsung maupun daring. Mereka menyoroti aspek teknis pelaksanaan COIL, kesiapan mahasiswa, serta potensi pengembangan kerja sama antaruniversitas.

Associate Director Office of International Studies in Education MSU, Julie Sinclair, menyampaikan bahwa COIL telah menjadi salah satu program yang berkembang pesat di Amerika Serikat. “COIL selama ini menjadi sesuatu yang sangat happening di Amerika. Bahkan di MSU ada small funding untuk dosen yang tertarik mengadakan kelas COIL,” ujarnya.

Dr. Sinclair menilai pengalaman dari Indonesia memberikan gambaran penting mengenai bagaimana COIL dapat diterapkan di negara dengan kondisi infrastruktur dan budaya akademik yang berbeda.

Ambisi UIN STS Jambi dalam Pengembangan COIL

Di akhir sesi, pemateri menyampaikan harapan agar UIN STS Jambi dapat menjadi salah satu kampus rujukan dalam pengembangan COIL di Indonesia. “Jika ditanya apa keunggulan International Office UIN STS Jambi, maka saya ingin Indonesia mengenal UIN STS Jambi dengan kelas COIL-nya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa COIL bukan hanya tentang pertukaran pengetahuan, tetapi juga pertukaran budaya dan bahasa. “COIL bagi saya adalah masa depan pendidikan,” ujarnya.

Kehadiran UIN STS Jambi dalam forum akademik MSU menunjukkan komitmen kampus tersebut untuk memperluas jejaring internasional serta memperkuat kapasitas mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan global.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.