Dr. Ruchman Basori: UIN Jambi Satu dari Tiga PTKIN yang Responsif terhadap Peluang Beasiswa
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basari menjadi pemateri Webinar sosialisasi beasiswa BIB-LPDP pada hari Kamis, 17 April 2025. Dr. Ruchman dalam sambutannya memberikan apresiasi yang sangat tinggi pada UIN STS Jambi yang sangat responsif dalam mengadakan sosialisasi webinar BIB. “UIN STS Jambi adalah satu dari tiga kampus PTKIN yang tanggap dalam menyelenggarakan sosialisasi beasiswa BIB. Kami dari Pusat Pembiyaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan tentu tidak bisa jika harus sendirian dalam mensosialisasikan beasiswa ini. Sehingga bantuan dari PTKIN itu sangat-sangat berarti. Saya sangat berterimakasih sekali lagi pada UIN STS Jambi.”
Lebih lanjut Dr. Basari dalam pemaparan materi menekankan urgensi beasiswa BIB di tengah era disrupsi. “Saat ini kita berada pada tantangan industri 4.0 dan era society 5.0, banyak pekerjaan yang kemudian digantikan oleh robot atau AI. Dunia di era disrupsi ini akan semakin sulit dan menantang. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditempa di perguruan tinggi top dengan reputasi dunia. Untuk dapat berkuliah pada kampus-kampus top, dibutuhkan biaya yang tinggi. Biaya yang tinggi itu bisa ditangani dengan memperoleh beasiswa. Salah satu beasiswa yang dibuka di Kementrian Agama yang bekerjasama dengan LPDP adalah Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB).”
Di akhir paparan, Pak Ruchman memaparkan tiga fungsi kementrian agama dalam kaitannya dengan peningkatan SDM: “Peran kementrian agama ada tiga: yang pertama perluasan akses, kita ingin seluruh pegawai, dosen, alumni, dan tendik di bawah Kementrian Agama mendapat beasiswa; yang ke-dua peningkatan mutu dan daya saing; dan yang ketiga manajemen dan tata kelola.” Dr. Basari juga sedang memikirkan bagaimana nasib kalangan tengah-tengah. Artinya tidak masuk pada kriteria beasiswa yang selama ini dibuka, juga tidak masuk kategori miskin yang dapat bantuan KIP. “Selama yang pinter-pinter, yang cerdas-cerdas dapat bantuan dana, yang miskin dapat KIP, lalu yang biasa-biasa dapat apa? Ini perlu kita pikirkan ke depan.”
Acara yang diinisiasi oleh Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) ini dibuka oleh rektor UIN STS Jambi, yang diwakili oleh wakil rektor I bidang akademik dan kelembagaan, Dr. H. Ayub Mursalin, MA. Dalam sambutannya, Dr. Mursalin menyampaikan apresiasi pada Kementrian Agama yang kembali membuka peluang beasiswa setelah dua tahun terakhir sempat mandeg. “Ini peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh alumni, dosen, dan tendik dari Jambi. Jangan sampai beasiswa ini selalu dimanfaatkan oleh mereka yang dari pulau Jawa saja. Kita tentu mampu bersaing, dan mempunyai peluang yang sama.”
Lebih lanjut, Wakil Rektor I juga bertanya kepada pihak Puspenmas terkait prodi di UIN Jambi yang masuk dalam list beaisswa BIB, “Mohon ijin pak Kapus, saat ini sudah banyak prodi di UIN Jambi yang telah terakreditasi unggul. Namun dari list BIB, hanya ada sekitar sepuluh saja yang baru masuk. Kami mengusulkan agar prodi-prodi yang sudah terakrediasi unggul dapat disusulkan menjadi prodi yang dapat dijadikan mitra BIB-LPDP.” Bak gayung bersambut, bapak Ruhman Basari langung menanggapi permohonan Dr. Ayub Mursalin, “Segera pak Ayub, agar mengirimkan surat yang berisi list prodi yang sudah terakreditasi unggul, agar dapat kami perbaharui. Soalnya akan sangat rugi jika prodi yang sudah unggul ini tidak segera disosialisasikan. Semakin banyak mahasiswa BIB yang masuk ke kampus UIN Jambi, tentu akan memberikan keuntungan yang sangat berarti.”
Kegiatan webinar ini juga diisi oleh awardee BIB yang saat ini tengah melaksanakan study S3 di University of Galway, Irlandia, Eko Widianto. Menariknya Pak Eko Widianto adalah dosen Bahasa Indonesia di UIN Walisongo, Semarang yang dulu pernah mengikuti pelatihan Bahasa PPSL di UPB UIN STS Jambi. Tentu ini mematahkan asumsi bahwa yang mampu memperoleh skor TOEFL atau IELTS adalah mereka yang berasal dari jurusan Bahasa atau Sastra Inggris saja. “TOEFL itu dapat dilatih. Kuncinya adalah pada diri kita. Jika kita semangat dan rajin dalam mengikuti pelatihan-pelatihan Bahasa Inggris, serta rajin mengikuti webinar beasiswa, insha Allah skor TOEFL dan kampus yang kita impikan bisa didapatkan.”
Eko Widiyanto memberikan penekanan bahwa kuliah ke luar negeri itu mudah. Asalkan kita sering berkonsultasi, sering mengikuti sesi-sesi pelatihan, dan sering mempraktekkan dan berlatih dalam memenuhi syarat-syarat administratif beasiswa. “Jangan malu dan sungkan untuk mengirim banyak email kepada calon supervisor kita di luar negeri. Jangan takut tidak dibalas atau ditolak. Karena semakin banyak kita menghubungi calon pembimbing, semakin besar peluang kita untuk mendapat Letter of Acceptance (LOA) dari kampus di luar negeri.
Acara webinar ini diikuti secara antusias oleh peserta. Kapasitas 100 orang penuh, dan harus disiarkan secara streaming youtube bagi yang tidak bisa masuk ke dalam aplikasi Zoom. Peserta di antaranya berasal dari calon mahasiswa S1, mahasiswa S1, alumni, dosen, tenaga pendidik (tendik), dan umum.
Secara terpisah, Dr. Fridiyanto, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berharap semoga dengan acara ini banyak alumni, dosen, dan tendik UIN STS Jambi memahami beasiswa yang ada untuk kuliah di dalam dan luar negeri, dan semoga banyak dari mereka yang mendaftar dinyatakan lulus.
Editor: Doni
Bagikan: