FST Rancang RIP Penelitian dan PkM

FST Rancang RIP Penelitian dan PkM

Berita 2 menit baca 321 kali dilihat

Senin (24/02/2025) FST selenggarakan kegiatan “Workshop Pemutakhiran Rencana Induk Pengembangan Penelitian dan PkM”, acara diikuti oleh 35 orang dosen dari unsur kaprodi, sekprodi, dll. Dekan FST, Arfan Azis, Ph.D mengatakan acara bertujuan untuk memenuhi indikator kriteria Lamsama dan BAN PT.

Sebelumnya sudah diselenggarakan drafting penelitian dan PkM via zoom. Arfan mengatakan peran penting prodi dan GJM dalam sosialisasikan RIP yang ada.

Arfan mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut dapat digunakan dalam perkuliahan, dan sitasi dalam karya ilmiah.

Ketua LPPM, Fridiyanto menyampaikan bahwa dalam kondisi efisiensi anggaran sangat berdampak pada pendanaan riset dan PkM yang nantinya akan lebih mengutamakan pendanaan mandiri. Dosen di masa efisiensi ini diharapkan untuk lebih kreatif da kolaboratif dalam menjalankan agenda riset dan pengabdian,”kita harus mulai membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk dapatkan anggaran riset dan pengabdian,” ujarnya.

WR 1, Ayub Mursalin menyampaikan kita harus tetap semangat dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, “jika kita melemah maka akan berdampak pada mutu Tri Dharma PT,” ujar WR 1.

Ayub Mursalin menyampaikan bahwa dalam kondisi ini kita harus melakukan inovasi, dan kreativitas,”inovasi akan memberikan dampak positif terhadap Tri Dharma.” Ayub mengatakan bahwa Tri Dharma merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan,”ada atau tidak ada anggaran penelitian dan pengabdian tetap harus dijalankan.” WR 1 menyambut baik kerja FST dalam mengerjakan RIP yang memang harus ada.

WR 1 mengatakan bahwa pimpinan fakultas harus merancang apa yang akan dikerjakan dalam beberapa tahun ke depan,”FST harus jelas mau mengerjakan penelitian dan pengabdian apa, harus ada target.” RIP menjadi payung berlangsungnya penelitian dan pengabdian.

WR 1 mengingatkan kembali tentang adanya kelompok riset yang sangat penting keberadaannya.

Ayub memberikan contoh di Prancis adanya kelompok riset yang sangat hidup dan menjadi pembahasan publik. Dengan adanya kelompok riset maka akan semakin mudah untuk sharing mengenai topik keilmuan.

WR 1 mengatakan dengan adanya kelompok riset maka akan lebih menjadi kreatif untuk mencari dana riset ke luar.

WR 1 meminta LPPM untuk mewujudkan adanya kelompok riset. Dengan adanya kelompok riset maka FST diharapkan akan dapat “Melejit”, sebagaimana tagline FST. WR 1 berharap FST akan menjadi tolok ukur bagi kemajuan dan keunggulan UIN STS Jambi.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.