Katrin Bandel  Ungkap Relasi Sastra dan Politik di Indonesia

Katrin Bandel Ungkap Relasi Sastra dan Politik di Indonesia

Berita 2 menit baca 442 kali dilihat

Rabu (08/10/2025) dalam webinar hasil penelitian ke-99 berlangsung diskusi berjudul,”Seks, Cinta, dan Politik Sastra” yang mengundang Katrin bandel, seorang pengamat sastra Indonesia dengan pendekatan pascakolonial.

Dalam presentasinya, Katrin membahas novel-novel karya Ayu Utami yang menandai hadirnya modernisasi dan era keterbukaan. Karya Ayu Utami sering dinilai sebagai karya yang “feminis”, namun apakah benar-benar menyampaikan pesan feminis, hal itu perlu diperiksa Kembali. Namun demikian Katrin mempertanyakan tentang tidak proporsionalnya gambaran Ayu Utami yang lebih tepatnya deskripsi untuk di kota-kota besar di tengah pluralitas masyarakat Indonesia.

Menurut katrin, sastra merupakan karya intelektual, maka idealnya sastrawan kritis terhadap kondisi masyarakat. Sastra bekerja melalui cerita, imaji, bunyi yang menyampaikan pesan ideologis. Dalam konteks inilah menurut Katrin diperlukan sebuah kritik sastra untuk membongkar hal yang implisit dari sebuah karya sastra.

Diskusi bersama Katrin Bandel yang diselenggarakan oleh LPPM ini dihadiri oleh 60 partisipan yang berasal dari internal UIN Jambi, kampus di luar Jambi, serta para pegiat sastra di seluruh Indonesia. Para partisipan terlihat sangat antusias mendengar dan melakukan diskusi dengan Katrin bandel.

Katrin Bandel merupakan dosen dan peneliti yang lahir di Wuppertal, Jerman pada tahun 1972. Ia telah tinggal di Yogyakarta, Indonesia sejak tahun 2002 dan mengajar di Program Magister Kajian Budaya serta Program Doktoral Seni dan Masyarakat Universitas Sanata Dharma. Bidang keahliannya yaitu: kajian budaya, gender, dan pascakolonial, dengan minat riset di antaranya: Kajian gender dalam konteks pascakolonial; Konstruksi gender dan identitas; dan Relasi kuasa global dan pengaruhnya terhadap masyarakat pascakolonial

Katrin Bandel banyak menghasilkan buku-buku di antaranya: (1) “Sastra Nasionalisme Pascakolonialitas” (2013), buku ini membahas nasionalisme dan pascakolonialitas dalam sastra; (2) “Kajian Gender dalam Konteks Pascakolonial” (2017). Buku ini secara kritis membahas kajian gender di wilayah masyarakat pascakolonial, terutama di Indonesia; (3) “Sastra Perempuan Seks” (2006) merupakan kumpulan esei yang membahas relasi kekuasaan global dan posisi penulis perempuan dalam masyarakat.

Editor: Doni

Tags:

Bagikan:

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.