Kegiatan Ilmiah Perlu Ditradisikan

Berita 2 menit baca 176 kali dilihat

Kegiatan-kegiatan ilmiah seperti diskusi dan diseminasi hasil penelitian sangat penting untuk terus dilakukan agar menjadi tradisi yang mengakar di perguruan tinggi. Tradisi tersebut akan memberikan manfaat dan pengayaan akademik, di samping akan menginspirasi dosen dan peneliti untuk melakukan penelitian baru.

Demikian disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Ayub Mursalin, ketika membuka secara resmi kegiatan “Ramadan Bersama LPPM”, Jumat (15/3). Menurutnya, pada bulan suci Ramadan, di samping melaksanakan tadarus Al-Qur’an, para peneliti dan dosen tetap perlu menggalakkan kegiatan-kegiatan ilmiah. “Tradisi ini sangat baik sekali untuk dikembangkan khususnya di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, agar hasil-hasil penelitian dapat memberikan kontribusi pada wacana akademik,” kata Ayub.

Selama ini, kegiatan diseminasi hasil penelitian telah dibuat rutin oleh LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Namun, dalam pandangan Ayub Mursalin, topik-topik yang disajikan dalam “Ramadan Bersama LPPM” berbeda dan sangat menarik, terutama karena tema-temanya baru serta tidak biasa.

Untuk itu, Ayub Mursalin mengharapkan agar ke depan, setelah Ramadan, kegiatan ilmiah seperti itu perlu dilanjutkan. “Ini sesuai dengan tagline Karibku atau Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan, yakni kampus menjadi pusat kebaikan dan keunggulan baik dari sisi sumber daya manusia maupun ilmu pengetahuan,” jelasnya. “Ini akan menambah reputasi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam rangka memberikan kontribusi kepada masyarakat.”

Kegiatan “Ramadan Bersama LPPM” berlangsung selama Ramadan 1445 H. Kegiatan terdiri atas tujuh serial diskusi, diskusi buku (Histori Kutai; Islam di Krimea; dan Jejak Digital Islam), diskusi topik (Berpuasa dan Berislam sebagai Minoritas; Bagaimana Meneliti Konversi Agama; dan Ramadan bagi Difabel), serta diskusi disertasi (HTI Jambi Pasca-Pembubaran”.

Diskusi-diskusi tersebut menghadirkan narasumber pemantik baik dari internal dan eksternal UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Seluruh kegiatan berlangsung daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Menurut Ayub Mursalin, “Dengan Zoom bisa menjangkau di semua pelosok. Apa yang didiskusikan bisa diterima, dimanfaatkan, serta bisa didiskusikan lebih mendalam.”

Dalam kesempatan terpisah, Ketua LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Fridiyanto, menyebutkan bahwa “Ramadan Bersama LPPM” juga dimaksudkan sebagai pendukung bagi kegiatan “Ramadhan Sutha Fair” yang diselenggarakan oleh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada 18-23 Maret 2023.

Serial #1 yang berlangsung pada Jumat (15/3) menghadirkan sejarawan Kalimantan, Muhammad Sarip, untuk mendiskusikan buku terbarunya, Histori Kutai: Peradaban Nusantara di Timur Kalimantan dari Zaman Mulawarman hingga Era Republik (2023). Diikuti lebih dari 50 peserta, diskusi yang dipandu oleh Dr. Benni Agusti Putra dari Prodi Sejarah Peradaban Islam berlangsung hangat dan meriah.

Admin LPPM

Bagikan:

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.