Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama, Rektor UIN Jambi Sampaikan Komitmen Membangun Masyarakat Inklusif
Sabtu (24/01/2026) Indonesia merupakan negara yang moderat dan menjadi contoh dimana semua agama dilayani dan menjadi perhatian Pemerintah. UIN Jambi sebagai kampus Islam siap mendukung Pemerintah mewujudkan masyarakat yang dialogis dan inklusif.
Demikian disampaikan Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd. Rektor mengucapkan terimakasih kepada para tokoh lintas agama yang telah hadir pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Strategis Kebijakan dan Pengembangan Agama bersama LPPM UIN Jambi,”Moderasi beragama sangat penting bagi kehidupan bernegara di Indonesia” ujarnya.
Rektor mengatakan bahwa Indonesia merupakan contoh negara moderat dalam beragama. Di Indonesia semua agama dilayani dan menjadi perhatian Pemerintah. Pemerintah menghargai semua agama yang ada walaupun minoritas,”Salah satu faktor yang menyebabkan kita rukun adalah moderasi beragama” kata Rektor.
Rektor lebih lanjut mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia mencerminkan saling asah asih dan asuh,”Penting bagi kita untuk memahami keberagaman dalam beragama.” Menurut Rektor dalam konsep Islam yang sifatnya muamalah disilahkan untuk bertoleransi, kecuali dalam tauhid. Kita harus menghargai konsep umat beragama untuk menghindari berbagai konflik keagamaan.”Masing-masing kita perlu untuk menghargai satu sama lain”.
Rektor menyampaikan keinginannya untuk membuat kelas lintas agama yang di dalamnya terdapat mahasiswa dari berbagai agama sebagai wujud komitmen UIN Jambi untuk mewujudkan Indonesia yang harmonis.
Rektor berharap kegiatan yang diselenggarakan oleh LPPM ini dapat menjadi masukan bagi keharmonisan umat beragama yang akan direkomendasikan ke Kemenag.
Ketua LPPM, Fridiyanto melaporkan bahwa kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Tokoh Agama diselenggarakan di Jambi agar Provinsi Jambi dapat menjaga keharmonisan antar umat beragama dan mencegah konflik keagamaan. Fridiyanto menyampaikan tentang pentingnya dialog antar umat beragama, sebagaimana disampaikan seorang Filsuf, Hans Kung,”No peace in the world without peace among the religions, no peace among the religions without peace among the nations, no peace among the nations without peace among the religions, no peace among the religions without investigating the teachings of religions”. Pernyataan ini menekankan pentingnya dialog antar iman.
Pemateri yang mengisi kegiatan adalah: 1) Dr. Wawan Gunawan “Moderasi Beragama: Pengertian, Dasar, dan Pengalaman Empirik”; 2) Agus Salim,Ph.D,”Strategi Penguatan dan Implementasi Moderasi Beragama”. Kemudian terdapat enam fasilitator lintas agama yang memandu diskusi dan merumuskan rencana tindak lanjut penguatan moderasi beragama khususnya di Provinsi Jambi.
Terdapat 100 peserta yang hadir dalam kegiatan ini yang terdiri dari tokoh agama: Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, Katolik, Konghucu dan agama lokal. Kemudian juga dihadiri oleh organisasi kemasyarakatan berbasis agama, organisasi extra kampus berbasis agama, dan dewan eksekutif mahasiswa bidang keagamaan.
Editor: Doni