Review Konstruktif Warnai Hari Kedua Seminar Proposal PkM
JAMBI — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar hari kedua Seminar Proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Litapdimas, Kamis (3/9/2026). Seminar tersebut menjadi ruang untuk menguji sekaligus menyempurnakan rancangan program pengabdian dosen sebelum diajukan melalui aplikasi Litapdimas.
Seminar yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting sejak pukul 10.00 WIB itu diikuti 10 kelompok dosen dari sejumlah fakultas di lingkungan UIN STS Jambi. Kegiatan dimoderatori Tati Wulandari, dengan menghadirkan dua reviewer, yakni Prof. Dr. Alfian, M.Ed., Ed.D. dan Dr. Riri Syafitri Lubis, M.Si.
Setiap kelompok mendapat waktu tujuh menit untuk mempresentasikan proposal PKM. Setelah pemaparan, masing-masing reviewer memberikan telaah dan masukan selama 10 menit.
Review tidak hanya berfokus pada kelayakan gagasan, tetapi juga mempertajam relevansi masalah yang diangkat, metode pelaksanaan, target dan luaran kegiatan, serta keberlanjutan program setelah kegiatan pengabdian selesai.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Para dosen peserta aktif memaparkan gagasan pengabdian sekaligus merespons pertanyaan dan catatan dari reviewer. Masukan yang diberikan diarahkan agar program yang diusulkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memiliki manfaat yang terukur bagi masyarakat.
Koordinator Pusat Penelitian LPPM UIN STS Jambi mengatakan seminar proposal merupakan tahapan penting dalam memastikan proposal yang diajukan memiliki kualitas akademik sekaligus relevansi dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, proses review diperlukan untuk memperkuat desain program sebelum proposal masuk ke tahap seleksi melalui Litapdimas.
Pelaksanaan seminar selama dua hari ini diharapkan menghasilkan proposal PkM yang lebih matang, terukur, dan berorientasi pada dampak. LPPM UIN STS Jambi menargetkan program pengabdian yang lolos seleksi nantinya dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis riset.
Bagikan: