Kick off Meeting Program GCF Output 2 Provinsi Jambi: Integrasi Ekonomi Hijau dan Komitmen Lingkungan
Senin (25/11/2024) di Swiss Bell Hotel, Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Kick off Meeting Program Green Climate Fund (GCF) Output 2 di Swiss-Belhotel Jambi. Dalam acara ini, LPPM UIN STS Jambi turut menghadiri kegiatan, yang dihadiri oleh Korpus Penelitian, Tasnim Rahman.
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi dalam sambutannya menegaskan tentang pentingnya integrasi isu perubahan iklim dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.
Sekda menyoroti bahwa pelaksanaan program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) menjadi salah satu upaya menuju pembangunan ekonomi hijau di Jambi.
Komitmen ini bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, inklusif, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pemulihan ekosistem.
Provinsi Jambi dikenal sebagai wilayah dengan keanekaragaman ekosistem yang kaya, meliputi kawasan pegunungan, hutan dataran rendah, pesisir, dan laut. Kekayaan ini tersebar di empat taman nasional: Kerinci Seblat, Bukit Dua Belas, Bukit Tigapuluh, dan Berbak Sembilang. Selain itu, Jambi memiliki: hutan lindung, Taman Hutan Rakyat (Tahura), dan Hutan Adat yang berfungsi sebagai penopang ekologi.
Fokus Program dan Pendanaan
Dalam kerangka pelaksanaan REDD+, Provinsi Jambi telah mengintegrasikan roadmap ekonomi hijau 2019–2045 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026.
Pendanaan program ini berasal dari APBD, APBN, hibah BioCF-ISFL, serta dukungan dari mitra pembangunan seperti lembaga swasta, NGO, dan perguruan tinggi.
Hingga fase awal (2022-2024), Pendapatan dari BioCF-ISFL tercatat mencapai Rp 52,75 miliar, dengan tambahan pengajuan Rp 8,9 miliar untuk semester kedua 2024. Lokasi implementasi program mencakup kawasan taman nasional dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) tertentu, termasuk wilayah Tahura.
Korpus Lit dan Rumah Jurnal, Tasnim Rahman mengatakan agenda besar terkait perubahan iklim, emisi gas rumah kaca, dan carbon trading membutuhkan kerjasama lintas sektor,”Sudah seharusnya masyarakat kampus di Jambi terlibat aktif dalam agenda Pembangunan Hijau,” kata Tasnim yang menghadiri langsung acara Kick off Meeting.
Ketua LPPM UIN, Fridiyanto mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Jambi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk UIN Jambi yang hadir di acara Kick off Meeting. “LPPM UIN Jambi sangat mendukung program pembangunan berkelanjutan yang diagendakan Pemprov Jambi. Tapi sudah selayaknya juga untuk melibatkan para peneliti dari UIN Jambi,” kata Fridiyanto.
Tampak hadir perwakilan dari provinsi: Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan adanya dukungan nasional terhadap inisiatif Jambi dalam membangun ekonomi hijau yang berdaya saing global.
Editor: doni