Korpus Lingkungan LPPM UIN STS Jambi Kaji Model 3R di Pematang Sulur
JAMBI, KOMPAS — Korpus Lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Berbasis Masyarakat Sulur Berkah 2 di Kelurahan Pematang Sulur, Kota Jambi, Selasa (25/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di lingkungan kampus.
Ketua tim kunjungan, Dr. Irmawati Sagala, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mempelajari secara langsung tata kelola pengolahan sampah berbasis masyarakat yang telah berjalan di Pematang Sulur. “Kunjungan ini kami lakukan sebagai langkah awal dan bahan kajian dalam persiapan pembuatan TPST UIN STS Jambi,” ujarnya.
Menurut Irmawati, model pengelolaan sampah 3R yang diterapkan di Sulur Berkah 2 dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Sistem pemilahan sejak dari sumber, pengolahan organik menjadi kompos, serta pemanfaatan kembali sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomis menjadi praktik baik yang relevan untuk diterapkan di kawasan kampus.
Dalam kunjungan tersebut, tim Korpus Lingkungan LPPM berdialog dengan pengelola TPS 3R dan meninjau langsung proses pemilahan, pencacahan, hingga pengomposan. Selain itu, tim juga mempelajari aspek manajerial, termasuk pola partisipasi warga dan sistem pembiayaan operasional.
Irmawati menambahkan, keberhasilan TPS 3R berbasis masyarakat tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh komitmen kolektif dan edukasi berkelanjutan kepada warga. “Ini menjadi catatan penting bagi kami. Pembangunan TPST di kampus tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi harus diiringi perubahan perilaku sivitas akademika,” katanya.
Pihaknya berharap, pembangunan TPST di lingkungan UIN STS Jambi nantinya dapat menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus model pengelolaan sampah kampus yang berkelanjutan. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberi contoh praktik pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Editor: Doni