Korpus  Peradaban Melayu Jambi Gagas Museum Peradaban Melayu di UIN STS Jambi

Korpus Peradaban Melayu Jambi Gagas Museum Peradaban Melayu di UIN STS Jambi

Berita 2 menit baca 322 kali dilihat

Ketika melantik Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan agar UIN Jambi berkontribusi mempertahankan budaya Melayu yang terancam tergerus globalisasi zaman. Menurut Menag UIN STS Jambi berada di salah satu pusat peradaban Melayu. Menag berpesan untuk merevitalisasi budaya Kemelayuan yang mungkin terancam tergerus dengan globalisasi zaman yang sedemikian rupa. Menurut Menag keutuhan dan kekuatan bangsa terletak pada kemampun kita untuk memelihara identitas lokal kita. Oleh karena itu kontribusi UIN Jambi dalam rangka mempertahankan identitas kejambiannya menjadi salah satu tanggungjawab Rektor, pesan Menag (https://kemenag.go.id/nasional/menag-lantik-rektor-uin-jambi-iain-ambon-dan-kukuhkan-pejabat-eselon-ii-pusat-uqUop).

Dalam diskusi para Korpus di LPPM (23/01/2025), Tabroni yang baru saja dilantik sebagai Korpus Peradaban Melayu Jambi menyampaikan gagasan tentang pentingnya menggagas Museum Peradaban Melayu Jambi yang dimiliki dan berada di UIN Jambi. Menurut Tabroni keberadaan Museum ini akan menjadi salah satu distingsi kampus, dan menjadi nilai tambah bagi UIN STS Jambi. Selain itu, jika ada tamu, museum tersebut dapat menjadi salah satu ikon UIN Jambi yang dapat dikunjungi. Bahkan jika dikelola dengan baik, museum ini dapat menjadi media pembelajaran bagi pelajar Jambi yang jika mengunjunginya membeli tiket terlebih dahulu,”ini akan menjadi pemasukan BLU”, ujarnya penuh semangat.

Menurut Tabroni jika Museum Peradaban Melayu Jambi bisa didirikan nanti di dalamnya akan terdapat berbagai khasanah peradaban Melayu Jambi, mulai dari kitab-kitab Melayu Jambi, berbagai ragam batik jambi, benda bersejarah, serta perangkat-perangkat khas Masyarakat Jambi yang bisa dipajang secara menarik. Tabroni menjelaskan tentunya ini merupakan kerja serius yang membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, “Tetapi saya akan coba mulai merintisnya dengan sumber daya yang ada saja dulu, harus mulai dirintis, semoga mendapat dukungan pimpinan”, kata Tabroni.

Menurut Tabroni gagasannya untuk mendirikan Museum Peradaban Melayu Jambi ini merupakan sebuah visi, sedangkan untuk kerja kongkrit yang bisa dikerjakan terlebih dulu ia sudah memprogramkan kegiatan seperti: Pelatihan baca tulis aksara Arab-Melayu, FGD penyusunan pedoman penulisan aksara arab melayu, dan pentingnya menggunakan tulisan arab melayu di wilayah kampus, “Kita akan melibatkan para pakar kita yang ada di luar maupun di dalam kampus untuk mewujudkan agenda Pak Rektor dalam menjaga budaya Melayu Jambi”tutupnya dalam diskusi di LPPM.

Editor: Doni

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.