LPPM Apresiasi Program Inovasi Digitalisasi Desa Mahasiswa Kukerta di Teluk Ketapang

LPPM Apresiasi Program Inovasi Digitalisasi Desa Mahasiswa Kukerta di Teluk Ketapang

Berita 2 menit baca 446 kali dilihat

Batanghari — Inovasi digital yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi mendapat apresiasi dari Tim Monitoring dan Evaluasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Saat mengunjungi Posko 14 Kukerta di Desa Teluk Ketapang, Kabupaten Batanghari, Kamis (23/7/2026), tim menilai program digitalisasi desa yang dikembangkan mahasiswa menjadi contoh pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung transformasi tata kelola pemerintahan desa.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memaparkan sejumlah program unggulan yang sedang dijalankan, di antaranya penguatan sistem administrasi desa berbasis digital dan penyusunan peta digital interaktif Desa Teluk Ketapang. Program ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memudahkan masyarakat maupun pendatang memperoleh informasi mengenai wilayah desa.

Peta digital yang dikembangkan mahasiswa memuat berbagai titik penting, seperti fasilitas umum, kantor pelayanan, hingga lokasi para tokoh masyarakat. Kehadiran peta tersebut diharapkan dapat memperkuat aksesibilitas informasi sekaligus menjadi basis data yang bermanfaat bagi pemerintah desa dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Korpus PkM, Muhklis menilai inovasi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Kukerta tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga mampu melahirkan solusi yang relevan dengan tantangan pembangunan desa di era digital.

«”Langkah mahasiswa di Posko 14 ini sangat tepat dan patut diapresiasi. Di era modern, digitalisasi desa bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi dan transparansi pemerintahan desa. Inovasi peta digital ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Teluk Ketapang,” ujarnya.»

Mahasiswa Posko 14 menjelaskan bahwa lahirnya program digitalisasi berawal dari proses identifikasi kebutuhan masyarakat melalui diskusi bersama pemerintah desa. Pendekatan kolaboratif itu menjadi dasar dalam menyusun program kerja agar sesuai dengan kondisi dan prioritas pembangunan desa.

«”Sejak awal kami berdiskusi dengan perangkat desa untuk memetakan kebutuhan masyarakat. Dari proses tersebut lahirlah program digitalisasi desa karena dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak. Dukungan pemerintah desa sangat membantu sehingga program ini dapat kami jalankan dengan baik,” ungkap ketua Posko 14.»

Muhklis mengatakan pendekatan yang ditempuh mahasiswa mencerminkan esensi pengabdian kepada masyarakat, yakni membangun solusi bersama melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor penting agar hasil program Kukerta tidak berhenti ketika masa pengabdian berakhir, tetapi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Korpus PkM berharap inovasi digital yang dikembangkan di Posko 14 dapat menjadi inspirasi bagi posko-posko Kukerta lainnya. Program berbasis teknologi yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik sekaligus menjadi warisan pengabdian yang berkelanjutan bagi Desa Teluk Ketapang.

Surat Keterangan: https://forms.gle/fkbSSmCV8SHreDNX6

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.