Rabu (13/08/25) di Auditorium Prof. Dr. Chatib Quzwain berlangsung kegiatan Diklat Cinta dengan pemateri Prof. Dr. Yahya Zainul Ma’arif, Ph.D (Buya Yahya). Dalam pertemuan ini Buya Yahya menyampaikan pentingnya keberanian dan keputusan rasional dalam cinta.
Buya Yahya menyampaikan bahwa cinta adalah kalimat yang terindah yang pernah diperdengarkan, dan diucapkan. Orang yang tanpa cinta ia akan cacat hati dan cacat mental.
Menurut Buya Yahya, cinta harus diajarkan sejak anak kecil. Belajar cinta harus dilakukan oleh anak-anak muda. Cinta adalah hal yang sangat rasional,”Jika ada yang mengetuk hatimu, jangan bukakan hingga akal yang membukanya” ujar Buya Yahya.
Buya Yahya mengingatkan kaum muda jangan terjebak dalam cinta yang penuh syahwat. Cinta menurut Buya Yahya adalah sebuah keputusan dengan berbagai pertimbangan.”Cinta bukan untuk diperbincangkan, tetapi untuk dirasakan”, tutup Buya yang sebelumnya memutarkankan lagu cinta karyanya.
Buya Yahya, bernama lengkap Yahya Zainul Ma’arif, ulama karismatik Indonesia kelahiran Blitar, 10 Agustus 1973. Buya Yahya dikenal sebagai pendiri dan pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon, serta aktif berdakwah melalui berbagai media, terutama di Youtube. Buya Yahya berlatar belakang pendidikan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah di Bangil, Pasuruan, dan Universitas Al-Ahgaff di Yaman. Selain sebagai lendakwah Buya Yahya telah menulis beberapa buku.
Diklat Cinta UIN Jambi dihadiri oleh pimpinan UIN Jambi Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan LPPM. Diklat Cinta berlangsung secara interaktif, peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Editor: Doni