LPPM Ikuti Coaching Clinic PKS Riset Indonesia Bangkit 2026
JAMBI — Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puspenma) Kementerian Agama RI menggelar coaching clinic penyusunan Perjanjian Kerja Sama pelaksanaan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Tahun 2026, Selasa (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut diikuti 48 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dari perguruan tinggi keagamaan yang dinyatakan lolos rekrutmen calon tim Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit 2026. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB.
Coaching clinic dipandu dua narasumber dari Puspenma Kemenag, Hendro dan Achmad Taufiq. Keduanya menjelaskan teknis dan administrasi penyusunan dokumen PKS antara Puspenma dan LPPM.
Achmad Taufiq mengatakan, Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit 2026 atau Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesian Research Funds Program telah melalui sejumlah tahapan seleksi.
Tahapan tersebut meliputi penilaian internal, seleksi administrasi, penilaian proposal atau substansi tahap pertama, serta wawancara sebagai penilaian substansi tahap kedua.
“Pada tahun ketiga pelaksanaan program ini, tercatat ada 519 pendaftar. Dari jumlah tersebut, yang berhasil lolos hingga tahap akhir sebanyak 131 tim pengusul,” kata Achmad dalam paparannya.
Dalam coaching clinic juga disampaikan bahwa penandatanganan PKS dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026. Sebanyak 48 LPPM diminta menyiapkan dan melengkapi seluruh dokumen administrasi PKS sesuai ketentuan yang telah disampaikan.

Puspenma Kemenag meminta LPPM yang terlibat mematuhi ketentuan kerja sama serta membangun hubungan kerja yang profesional dengan para periset sesuai aturan yang berlaku.
Hendro menekankan pentingnya memperhatikan kesesuaian anggaran dan target luaran penelitian dalam pelaksanaan program.
“Paling penting adalah memperhatikan nilai nominal anggaran dan capaian luaran penelitian yang telah disepakati bersama,” ujar Hendro.
Coaching clinic tersebut diharapkan dapat memperlancar proses administrasi kerja sama sekaligus mendukung pelaksanaan Program Riset Indonesia Bangkit 2026 yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada luaran riset yang berkualitas serta berdampak.
Bagikan: