LPPM UIN STS Jambi Ikuti Rapat dan Sosialisasi Program Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis Tahun Anggaran 2025
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengikuti Rapat dan Sosialisasi Program Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat pada satuan kerja Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Selasa, 15 April 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri oleh berbagai perwakilan LPPM dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) seluruh Indonesia. Agenda ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang pelaksanaan program bantuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada tahun anggaran 2025.
Kegiatan resmi dibuka oleh Direktur Diktis, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi dan komunikasi antara Diktis dan seluruh PTKI. Ia menekankan bahwa Diktis selalu terbuka terhadap saran dan masukan dalam rangka peningkatan pelayanan pendidikan tinggi keagamaan. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar utama dalam pelaksanaan setiap program, termasuk program bantuan PkM. Sambutan tersebut disambut positif oleh peserta yang hadir secara daring.
LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi turut hadir dalam kegiatan ini melalui perwakilan yang terdiri dari Dr. Fridiyanto, M.Pd.I selaku Ketua LPPM, M. Husnul Abid, M.A selaku Sekretaris LPPM, serta Tasnim Rahman Fitra, MH sebagai Koordinator Pusat Penelitian LPPM. Kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendukung dan menyukseskan program-program strategis yang dicanangkan oleh Diktis. Selain itu, partisipasi ini menjadi ajang untuk memperkuat koordinasi serta memperoleh informasi terkini terkait pelaksanaan program PkM.
Dalam sesi pemaparan, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Nur Kafid, menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian. Ia menyoroti masih banyaknya peneliti yang belum melakukan pembaruan data serta sinkronisasi akun Litapdimas dengan akun SINTA Kemendikbud. Selain itu, banyak peneliti juga belum menyelesaikan kewajiban administrasi seperti laporan akhir penelitian atau pengabdian periode sebelumnya. Hal tersebut, menurutnya, akan berdampak pada eligibilitas pengajuan proposal baru.
Dr. Nur Kafid menegaskan bahwa penyelarasan data antara Litapdimas dan SINTA merupakan hal yang sangat krusial. Hal ini tidak hanya menyangkut validitas data peneliti, tetapi juga berkaitan dengan transparansi pelaporan dan akuntabilitas penggunaan dana. Ia mengimbau seluruh pengelola LPPM di lingkungan PTKI agar segera melakukan pendampingan kepada dosen-dosen di institusinya. Pendampingan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh persyaratan administratif dapat terpenuhi dengan baik.
Materi sosialisasi utama disampaikan oleh Dr. Adimin Diens, perwakilan dari Litapdimas Diktis. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai klaster program bantuan PkM yang tersedia, mulai dari klaster pemula hingga klaster pengembangan. Selain itu, ia menyampaikan ketentuan dan syarat pengajuan proposal, jadwal pelaksanaan program, serta tahapan seleksi dan evaluasi. Penjelasan tersebut bertujuan agar para dosen dan peneliti dapat menyusun proposal yang sesuai dengan ketentuan dan standar mutu yang telah ditetapkan.
Adimin juga menguraikan mekanisme pengajuan proposal secara daring melalui sistem Litapdimas. Ia menekankan bahwa seluruh proses pengajuan, mulai dari unggah dokumen hingga verifikasi, harus dilakukan dengan cermat dan tepat waktu. Selain itu, ia menyampaikan adanya sistem penghargaan bagi peneliti dengan kinerja terbaik, serta sanksi administratif bagi yang tidak memenuhi kewajiban. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan disiplin dan tanggung jawab dalam pelaksanaan program bantuan PkM.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya-jawab yang interaktif antara peserta dengan narasumber. Beberapa pertanyaan yang diajukan terkait teknis pengajuan proposal, penilaian kinerja peneliti, serta kendala dalam sinkronisasi data Litapdimas dan SINTA. Diskusi berjalan dengan dinamis dan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pihak Diktis dan LPPM PTKI. Diharapkan melalui forum ini, berbagai persoalan teknis yang dihadapi para peneliti dapat segera ditemukan solusinya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan LPPM di lingkungan PTKI dapat lebih siap dan sigap dalam menyusun serta mengajukan proposal yang berkualitas demi mendukung pengabdian yang berdampak nyata kepada masyarakat. Sebagai tindak lanjut, Juknis program dan bahan sosialisasi yang telah disampaikan dalam kegiatan ini dapat diunduh melalui tautan yang telah disediakan di bawah ini:
Juknis Program Bantuan PkM: https://www.sutha.link/c63c90
Bahan Sosialisasi: https://www.sutha.link/yFliQp
Proses Submisi: https://www.sutha.link/8KjE7t
Editor: Doni
Bagikan: