UIN STS Jambi Siapkan “Jambi Update”, Konferensi Internasional Pertama tentang Isu Jambi
UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi tengah menyiapkan konferensi internasional bertajuk “Jambi Update” (3/9/2026). Agenda ini digadang-gadang akan menjadi forum akademik pertama yang secara khusus membahas isu-isu tentang Jambi dengan melibatkan peneliti global.
Rapat persiapan digelar di Ruang Wakil Rektor I UIN STS Jambi, dipimpin oleh Wakil Rektor I Dr. Ayub Mursalin bersama jajaran akademisi kampus: Dr. Fridiyanto, Dr. Agus Salim, Dr. Tartilla, Dr. Ulya Fuhaidah, dan Dr. Dion Ginanto.
Branding Akademik Jambi
Konferensi ini akan digelar akhir November 2026. Formatnya akan mirip seperti Indonesia Update yang rutin diadakan oleh Australian National University (ANU). Bedanya, fokus konferensi ini adalah Jambi, dengan menghadirkan peneliti dari dalam dan luar negeri.
Output utama berupa book chapter yang akan dirangkum sebagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota di Jambi.
Pandangan Para Akademisi
Dalam rapat, Wakil Rektor I Dr. Ayub Mursalin menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar ajang publikasi. “Kita ingin membuat konferensi yang benar-benar serius, tidak dilaksanakan hanya untuk mengejar publikasi. Tapi lebih kepada ingin menggali lebih dalam tentang hasil-hasil penelitian yang selama ini berserakan, lalu akan dikumpulkan setiap tahun. Ini akan menjadi kontribusi nyata UIN STS Jambi dalam bentuk kajian serius tentang Jambi,” ujarnya.
Ketua LPPM, Dr. Fridiyanto, menambahkan bahwa Jambi Update akan menjadi agenda tahunan yang mempertemukan para peneliti. “Konferensi Jambi Update akan menjadi agenda tahunan yang mempertemukan para peneliti untuk mempresentasikan dan mendiskusikan hasil penelitian tentang Jambi. Pada Jambi Update 2026, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi akan menghadirkan sejumlah peneliti dunia yang mempunyai cocern tentang Jambi. Melalui konferensi ini, UIN Jambi diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai kampus yang mempromosikan Jambi melalui penelitian, sekaligus memperluas jejaring akademik dan memperkenalkan kekayaan intelektual, sejarah, serta budaya Jambi kepada khalayak yang lebih luas,” jelasnya.

Dr. Dion Ginanto menekankan pentingnya konferensi ini sebagai strategi identitas kampus. “Semoga hasil dari Jambi Update dapat menjadi rujukan utama baik secara teoritis maupun praktis sebagai wujud nyata kontribusi kampus terhada Jambi.” katanya.
Sementara itu, Dr. Agus Salim melihat potensi besar jika konferensi ini mampu menarik peneliti global. “Meskipun konferensi ini hanya mengangkat tema pada skop Jambi, namun ini akan menjadi spesial ketika kita mampu menggaet peneliti-peneliti global untuk datang, dan menjadi magnet kegiatan kita. Karena selama ini belum ada kampus yang mengangkat isu kedaerahan secara serius,” ujarnya.
Dr. Ulya Fuhaidah menutup dengan penekanan soal positioning akademik kampus. “Iya, kita perlu membuat branding bahwa ketika nanti ada peneliti atau pemerintah yang ingin mengetahui tentang kajian Jambi, maka mereka akan mencari rujukan di UIN STS Jambi,” katanya.
Wakil Rektor 1 UIN STS Jambi kemudian menunjuk PLKI LPPM UIN STS Jambi sebagai leading sektor pelaksana Jambi Update.
Bagikan: