Mahasiswa Internasional Segera Tiba, Kampus Gelar Rapat Persiapan
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar rapat persiapan penjemputan dan penyambutan mahasiswa baru internasional pada 9 September 2026. Rapat berlangsung di Ruang International Student Center (ISC) dan dihadiri oleh perwakilan Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) LPPM, Dion Ginanto, staf kerja sama Ali Ubay, serta sejumlah pengurus mahasiswa asal Malaysia dan Thailand.
Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa mahasiswa baru asal Malaysia berjumlah delapan orang akan tiba di Jambi pada 12 September 2026. Sementara itu, tiga mahasiswa asal Thailand yang didampingi seorang dosen dijadwalkan datang sehari setelahnya, 13 September 2026. Adapun mahasiswa baru asal Sudan masih menunggu kepastian keberangkatan, dengan target kedatangan pada minggu ketiga September.
Dion Ginanto menekankan pentingnya kesiapan kampus dalam menyambut kedatangan mahasiswa asing.
“PLKI LPPM dan seluruh pimpinan serta civitas akademika UIN STS Jambi tidak sabar untuk menyambut kedatangan keluarga baru UIN STS Jambi. Semoga proses perjalanan dari negara tujuan ke Jambi berjalan lancar,” ujarnya.
Ali Ubay menambahkan bahwa penjemputan mahasiswa internasional merupakan tradisi yang terus dijaga kampus.

“Kita ingin memastikan bahwa seluruh mahasiswa baru internasional dapat masuk ke Jambi tanpa ada kendala atau permasalahan,” katanya.
Farah, salah satu pengurus mahasiswa, menyebut kemungkinan adanya orang tua dari Malaysia yang ikut mendampingi.
“Mungkin nanti akan ada orang tua dari Malaysia yang ikut mendampingi mahasiswa, kami akan koordinasi lebih lanjut dengan calon mahasiswa baru,” jelasnya.
Mahasiswa asing dijadwalkan tiba dalam waktu berbeda karena proses pembuatan visa yang tidak seragam. Setelah penjemputan, kampus akan menggelar kegiatan penyambutan resmi sekaligus menyerahkan mahasiswa baru kepada program studi masing-masing.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UIN STS Jambi dalam menjaga tradisi penerimaan mahasiswa internasional, sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas negara.
Bagikan: