Menteri Agama Buka KKN Nusantara VI 2026, Bekali Mahasiswa dengan Nilai “ISTIQOMAH”

Menteri Agama Buka KKN Nusantara VI 2026, Bekali Mahasiswa dengan Nilai “ISTIQOMAH”

Berita 3 menit baca 72 kali dilihat

SERANG, BANTEN — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi membuka dan melepas peserta Kuliah Kerja Nyata Nusantara VI Tahun 2026 di Provinsi Banten, Rabu (15/7). Mengusung tema “Merawat Ekoteologi, Menjaga Tradisi, Meneguhkan Iman, dan Melestarikan Alam”, program pengabdian lintas perguruan tinggi keagamaan diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus laboratorium sosial bagi mahasiswa dalam merawat harmoni antara manusia, agama, budaya, dan lingkungan.

Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten dan kota se-Banten, pimpinan perguruan tinggi peserta KKN Nusantara, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penampilan paduan suara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ziat Wifqil Murad, serta doa yang dipimpin Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten, Dr. H. Saeful Anwar, Lc., M.A. Selanjutnya ditayangkan video profil KKN Nusantara VI yang menampilkan semangat pengabdian mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi, menjaga tradisi, serta mendukung pelestarian lingkungan.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. H. Muhammad Ihsan, M.A., mengajak mahasiswa menjadikan masyarakat Baduy sebagai sumber pembelajaran yang kaya akan nilai kehidupan. Menurutnya, masyarakat Baduy mampu menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam sekaligus mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Ia berharap para peserta mampu menyerap nilai-nilai tersebut selama menjalankan pengabdian. Kehidupan masyarakat Baduy yang mayoritas menganut kepercayaan Sunda Wiwitan dinilai menjadi contoh nyata bagaimana harmoni, penghormatan terhadap keberagaman, dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan.

Di antara peserta yang hadir tampak dua mahasiswi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Neza Marshenia dan Sastika Zikriyani, yang mengikuti seluruh rangkaian pembukaan dengan penuh perhatian. Keduanya didampingi Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIN STS Jambi, Mukhlis, M.Pd.I.

Menteri Agama menegaskan bahwa tanah Baduy merupakan kawasan yang menyimpan kekayaan nilai spiritual, budaya, dan ekologis sehingga layak dijadikan laboratorium sosial bagi mahasiswa. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan intelektual, tetapi juga memerlukan ketulusan hati dan kematangan karakter.

“Untuk terjun langsung dan mengabdi di tengah masyarakat, kita tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual. Lebih dari itu, kita harus memiliki sikap ikhlas dan sabar,” tegas Nasaruddin Umar.

Sebagai bekal menjalankan pengabdian, Menteri Agama memperkenalkan prinsip ISTIQOMAH sebagai pedoman moral bagi seluruh peserta. Nilai tersebut merupakan akronim dari Ikhlas, Sabar, Tawadu, Ihsan, Qana’ah, Optimis, Muru’ah, Akhlak, dan Al-Hayat. Kesembilan nilai itu diharapkan menjadi fondasi karakter mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta menghadirkan manfaat nyata selama pelaksanaan KKN.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penabuhan beduk oleh Menteri Agama yang didampingi pimpinan perguruan tinggi, jajaran Kementerian Agama, dan Pemerintah Provinsi Banten. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol pelepasan resmi menuju lokasi pengabdian.

Turut mendampingi Menteri Agama dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Khusus Menteri Agama Dr. Ismail, Gubernur Banten, para bupati dan wali kota se-Provinsi Banten, pimpinan perguruan tinggi peserta KKN Nusantara, serta para tamu undangan lainnya.

Melalui KKN Nusantara VI Tahun 2026, Kementerian Agama berharap mahasiswa tidak hanya melaksanakan program pengabdian, tetapi juga menjadi agen yang memperkuat toleransi, menjaga kearifan lokal, serta mengembangkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Semangat ekoteologi yang diusung dalam program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman, dan keimanan.

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.