Pembekalan Volunteer untuk Mahasiswa Difabel: Meningkatkan Inklusivitas dalam Pendidikan
Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kapasitas mahasiswa serta dosen dalam mendukung mahasiswa difabel, Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengadakan kegiatan pembekalan bagi calon volunteer pada 4 Maret 2025. Kegiatan daring ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program volunteer murni, tetapi juga bagi mereka yang ingin mengklaim kegiatan ini sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) berbasis rekognisi, asalkan telah memenuhi syarat jumlah SKS minimal. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip pendampingan yang inklusif dan efektif sesuai dengan kebutuhan mahasiswa difabel.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Jambi, Dr. Fridiyanto, M.Pd.I., yang menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini dan menekankan pentingnya peran volunteer dalam mendukung program inklusi di lingkungan akademik dan sosial. Beliau juga menambahkan bahwa ke depan ada setidaknya empat skema Kukerta, yakni Mandiri, Pengabdian kepada Masyarakat dengan dosen, MBKM, dan Rekognisi, di mana salah satu bentuk rekognisi adalah menjadi volunteer bagi mahasiswa difabel.
Sebagai narasumber utama, PGAD menghadirkan Dwi Sri Lestari, S.Psi, dari Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga, yang menyampaikan materi mengenai strategi pendampingan bagi penyandang disabilitas serta pentingnya membangun lingkungan yang ramah inklusi. Dalam pemaparannya, Dwi Lestari menegaskan bahwa menjadi volunteer bagi penyandang disabilitas tidak hanya soal memberikan bantuan, tetapi juga memahami kebutuhan mereka secara empatik dan profesional. Selain itu, beliau juga secara detail menjelaskan kegiatan pendampingan bagi masing-masing ragam disabilitas, baik Netra, Tuli, maupun Daksa.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa calon volunteer serta dosen yang terutama memiliki mahasiswa difabel di kelasnya. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para calon volunteer dapat memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menjalankan tugas mereka di lapangan. PGAD UIN Jambi terus berkomitmen dalam mengembangkan program-program inklusif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan akademisi, demi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua kalangan.
Editor: doni
Bagikan: