Penyuluhan Pengarusutamaan Gender di Beberapa Desa Kabupaten Muaro Jambi: Langkah UIN STS Jambi Mendorong Program Prioritas Nasional
Muaro Jambi —Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah salah satu program prioritas nasional Kementerian Agama sebagaimana diamanatkan dalam INPRES Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Dalam merespon program ini, Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD)-LPPM UIN STS Jambi melaksanakan serangkaian penyuluhan terkait pengarusutamaan gender, hak anak, dan inklusi disabilitas di beberapa desa di Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, sebagai wujud kepedulian kampus terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah sekitar kampus UIN STS Jambi. Dengan melibatkan masyarakat setempat, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen UIN STS Jambi dalam mendukung program-program yang mendasarkan pada kesetaraan gender, hak anak, serta inklusi penyandang disabilitas, sesuai dengan program prioritas nasional yang telah ditetapkan tersebut.
Kegiatan ini diadakan dengan beberapa tujuan utama. Pertama, meningkatkan pemahaman dan kesadaran perangkat desa, kelompok perempuan, dan difabel terkait pentingnya pengarusutamaan gender, anak, dan disabilitas dalam pembangunan berkelanjutan. Kedua, mengidentifikasi kesenjangan yang dialami oleh kelompok perempuan dan difabel di desa sekaligus menemukan solusi praktis untuk meningkatkan Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat (APKM) bagi mereka. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam menyusun anggaran yang responsif gender dan inklusif, sehingga dapat mendukung program-program pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif kelompok perempuan dan difabel dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan desa agar pembangunan yang inklusif dan berkeadilan dapat terwujud.
Kegiatan perdana berlangsung di Desa Sungai Duren pada Kamis (7/11) Kegiatan di Desa Sungai Duren berlangsung di aula desa yang dibuka oleh Ketua LPPM, Dr. Fridiyanto, M.PdI dan dihadiri oleh perangkat desa, Ketua PGAD, peserta penyuluhan dan sejumlah staf LPPM UIN STS Jambi. Selain membuka kegiatan, Fridiyanto juga berbagi sesi tentang dasar-dasar pengarusutamaan gender, anak, dan disabilitas dalam pembangunan berkelanjutan. Sesi kedua oleh Tati Wulandari, M.Pd.I, membahas kesenjangan yang dialami perempuan dan difabel serta peran anggaran inklusif untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Selanjutnya, sesi ketiga bersama Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., menyampaikan strategi pengusulan anggaran berbasis data desa untuk mendukung pelayanan inklusif. Acara diakhiri dengan perumusan rekomendasi aksi untuk pemerintah desa dan sesi foto bersama.
Pada Jumat pagi (8/11), kegiatan dilanjutkan di Aula Desa Muaro Jambi dengan rangkaian acara serupa. Acara dibuka oleh Sekretaris LPPM UIN STS Jambi, Massuhartono, S.Pd.I, MA.Si., yang dihadiri perangkat desa dan peserta. MAssuhartono juga menjadi pemateri sesi pertama dengan tema pengarusutamaan gender, anak, dan disabilitas dalam pembangunan. Sesi kedua dan ketiga menghadirkan Tati Wulandari, M.Pd.I, dan Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., yang kembali mengulas kesenjangan gender serta strategi anggaran responsif gender.
Sasaran kegiatan ini mencakup 20 orang peserta, yang terdiri dari perangkat desa seperti anggota BPD, kelompok perempuan yang melibatkan tokoh perempuan desa, ibu rumah tangga, anggota PKK, dan perwakilan organisasi perempuan setempat, serta kelompok difabel yang terdiri dari penyandang disabilitas/perwakilan kelompok difabel setempat. Penyuluhan ini akan dilanjutkan di Desa Mendalo Indah dan Mendalo Darat dalam waktu dekat. Kegiatan ini penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di Kabupaten Muaro Jambi khususnya, dan program nasional umumnya.
Editor: doni