Perkuat Peran Satgas Anti Kekerasan Seksual: PGAD Gelar TOT Pencegahan Kekerasan Seksual di UIN Jambi
Jambi, 26 Oktober 2024 – Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) untuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dan Sahabat Inklusi bertempat di Aula Pascasarjana UIN STS Jambi. Acara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat jaringan bagi para peserta dalam pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. TOT ini sendiri diikuti sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di UIN Jambi.
Dalam sambutannya Koordinator Pusat Gender, Anak dan Disabilitas (PGAD), Nisaul Fadillah, M.Si., PhD, menyampaikan adanya perkembangan gerakan pengarusutamaan gender di kampus UIN STS Jambi yang ditandai meningkatnya performance UIN Jambi terkait Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) 2024 menjadi Madya, dibandingkan dua tahun sebelumnya di posisi pratama. Salah satunya komponen penilaian PTRG adalah keberadaaan Satgas PPKS. TOT ini adalah tindak lanjut dan penguatan personal Satgas PPKS, dimana sebelumnya kepesertaaanya dari unsur dosen dan tendik. Harapannya, dengan pembekalan ini mahasiswa yang menjadi peserta TOT menjadi agen dan memiliki skill dalam pendampingan kasus kekerasan seksual yang berperan dalam menciptakan kampus yang inklusif dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan TOT ini dibuka oleh pimpinan UIN STS Jambi, Dr Fridiyanto, M.PdI yang mewakili Plt Rektor UIN STS Jambi. Dalam sambutannya, Fridiyanto memberikan apresiasi pelaksanaan TOT Satgas sebagai institusi wajib sebagaimana amanat Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi yang ditindaklanjuti dalam Peraturan Menteri Agama No. 73 tahun 2022. Beliau menambahkan bahwa pencegahan kekerasan sudah harus dimulai dari circle kecil, misalnya dalam group sosial media terbatas, Tim satgas dapat mulai berperan sebagai media watch agent dengan menegur chat yang bernada seksis ataupun body shaming. Langkah kecil ini penting untuk menciptakan kesadaran kolektif dan mencegah normalisasi perilaku merendahkan. Beliau menambahkan, tentu satgas punya tugas berat, oleh karena itu LPPM mengusulkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti Satgas akan dikonversikan setara dengan nilai Kukerta.
TOT menghadirkan sejumlah pemateri yang kompeten di bidangnya, antara lain: Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hardiyanti, SKM, yang membawakan materi tentang manajemen laporan kasus kekerasan seksual. Dalam sesinya, Hardiyanti memberikan penekanan pada pentingnya prosedur yang tepat dan responsif dalam penanganan laporan kasus, serta pentingnya peran koordinasi antar pihak terkait. Pemateri lainnya adalah Novil Cut Nizar, S. Psi., M.Psi., Psikolog dari UPT PPA dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memaparkan materi terkait dengan pemulihan, teknik, prosedur pendampingan kasus dari sudut pandang psikologi. Selain itu, kegiatan ini mengadakan diskusi mengenai pentingnya jejaring dan kolaborasi untuk mencapai lingkungan kampus yang bebas kekerasan seksual.
Editor: doni pirdaus