PGAD LPPM dan Dinas P3AP2KB Tanjabar Lakukan Persiapan Desa Pendampingan Ramah Perempuan dan Anak

PGAD LPPM dan Dinas P3AP2KB Tanjabar Lakukan Persiapan Desa Pendampingan Ramah Perempuan dan Anak

Berita 2 menit baca 163 kali dilihat

Jum’at (23/04/05) berlangsung pertemuan antara LPPM dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanjabar untuk mempersiapkan program desa dampingan Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

Sekretaris Dinas, Aina Dewiana mengucapkan terimakasih penerimaan LPPM atas kunjungan yang dilakukan. Dalam pertemuan ini dibicarakan tentang desa yang akan menjadi lokasi program desa ramah perempuan dan peduli anak tawaran desa yang akan menjadi tujuan program yaitu: Kuala Indah, Sungai Nibung, dan Tungkal 1,”Besar harapan kami adik adik mahasiswa UIN Jambi bisa ditempatkan di salah satu desa tersebut,” ujarnya.

Novita, analis kebijakan DP3AP2KB Tanjabar mengatakan bahwa isu gender merupakan isu penting di Tanjabar,”Di Tanjabar persoalan perceraian, KDRT, dan pernikahan anak cukup tinggi, selain itu kekerasan anak dan stunting juga menjadi masalah,” ujarnya.

Novita melanjutkan bahwa perjanjian kerjasama perlu aksi nyata agar tidak hanya terhenti dalam bentuk MoU saja. Novita mengatakan pihaknya telah menyiapkan rumah untuk posko bagi mahasiswa yang akan menjalankan program ini.

Korpus PGAD, Nisaul Fadila, Ph.D mengatakan tentang pentingnya melanjutkan perjanjian kerjasama. Sedangkan soal program desa ramah perempuan dan anak yang sudah mendaftar saat ini terdapat 60 mahasiswa,”Program akan tetap berlangsung walaupun ada efisiensi anggaran,” ujar Nisa.

Novita mengatakan kehadiran mahasiswa UIN Jambi nantinya diharapkan dapat mendorong desa untuk menganggarkan bagi kegiatan ramah perempuan dan anak di dalam forum musrembang desa,”Kita juga perlu merubah mindset aparat desa untuk peduli isu gender dan anak dalam penganggaran kegiatan desa”, tutupnya.

Ketua LPPM, Dr. Fridiyanto berharap program Desa Dampingan Ramah Perempuan dan Anak dapat berjalan sukses dan lancar serta dapat menjadi model bagi desa yang memiliki perspektif perempuan dan anak,”LPPM sangat berharap program PGAD dan DP3AP2KB Tanjabar ini akan berjalan sukses, sehingga akan menjadi sebuah pilot project desa ramah anak dan perempuan.”

Fridiyanto mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang akan memiliki dampak bagi transformasi desa menjadi lebih baik.

Program desa dampingan ramah perempuan dan anak yang akan dikerjakan oleh PGAD ini merupakan kegiatan yang melibatkan mahasiswa magang dan bisa dikonversi menjadi kegiatan kukerta.

Editor: Doni

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.