PLKI dan Bidang Kerjasama Adakan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru kepada Mitra di Thailand
Pusat Layanan dan Kerjasama Internasional kembali mengadakan sosialisasi admisi mahasiswa internasional kepada kampus partner di Thailand. Hadir dalam sosialisasi tersebut perwakilan dari pihak Perguruan Tinggi Islam Darul Maarif (PETIDAM), PattaniJamiah Islam Sheikh Daud Al Fathani (JISDA), Yala, dan Thamavitya Mulniti School, Yala. Dari kampus UIN STS Jambi, hadir Koordinator PLKI Dr. Dion Ginanto dan bidang Kerjasama Ali Ubay, serta perwakilan dari pengurus persatuan mahasiswa Pattani di UIN Jambi.
Pertemuan secara daring tersebut berlangsung secara non-formal. Kegiatan diawali dengan paparan kebijakan penerimaan mahasiswa baru oleh pak Ali Ubay, termasuk persyaratan administrasi serta kebijakan visa dan ijin tinggal di Indonesia. Perlu diketahui bahwa pemerintah Indonesia saat ini melakukan penyesuaian tarif visa dan ijin tinggal, sehingga mengalami kenaikan harga. Meskipun mengalami kenaikan, namun saat ini segala bentuk proses perijinan tinggal hingga peorlehan visa dilakukan dengan lebih mudah karena semua dapat dilakukan secara online.
Acara berikutnya dilanjutkan dengan paparan dari PLKI. Dr. Ginanto, memulai dengan laporan perkemangan mahasiswa Pattani yang berkuliah di UIN STS Jambi. Dr. Ginanto menyampaikan “Dapat kami laporkan bahwa saat ini mahasiswa Thailand yang berjumlah 9 orang, dalam keadaan baik secara lahir dan batin. Secara akademik mereka memiliki IPK yang tinggi. Mahasiswa asal Pattani juga aktif dalam kegiatan-kegaitan yang diselenggarakan oleh PLKI diantaranya: cultural trip, silaturahmi, dan kegiatan lainnya.”
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari representasi kampus partner di Thailand, Mustafakama Waeduereh dari PETIDAM. Dr. Mustafa menyambut baik acara sosialisasi ini. “Saya berterimakasih dengan pak Dion dan Pak Ali yang telah mengadakan kegiatan ini. Sehingga kami lebih mendapatkan informasi secara utuh. Pembukaan pendaftaran yang dilakukan lebih awal yakni di bulan Mei membuat kami lebih mudah untuk meneruskan informasi ini kepada mahasiswa kami.” Perlu diketahui bahwa mayoritas mahasiswa internasional yang berkuliah di UIN Jambi adalah mahasiswa transfer dari D3 untuk melanjutkan S1. Di akhir sambutan, Syeikh Mustafa menanyakan apakah di tengah efisiensi anggaran di Indonesia berdampak pada peluang beasiswa untuk mahasiswa internasional.
Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh Pak Ali Ubay dan Dr. Ginanto. Bahwasanya betul terjadi pemangkasan anggaran, sehingga akan ada penyesuaian-penyesuaian. Namun demikian, pihak PLKI akan terus mengusulkan kepada pimpinan UIN Jambi untuk tetap mengusahakan bahkan jika memungkinkan menambah skema dalam bentuk lain. Misalnya, dalam bentuk pembebasan UKT atau beasiswa dari mitra kampus seperti bank BSI, BNI, Mandiri, bank Jambi, atau BAZNAS. Namun tentunya, jika beasiswa ini ada akan mengalami beberapa tahap seleksi.
Syeikh Mustafa merasa senang dengan pelayanan akademik dan non-akademik yang diberikan pihak kampus kepada mahasiwa Pattani. Ia menyebut bahwa ruang kantor PLKI yang selalu terbuka untuk mahasiswa internasional berkumpul dan menjadi pusat koordinasi, merupakan i’tikad baik kampus. Sehingga mahasiswa internasional merasa memiliki kampus dan merasa tidak jauh dari kampung halaman. Insha Allah, tahun ini mahasiswa Pattani akan kembali datang menjadi keluarga besar UIN STS Jambi.
Editor: Doni