Research Days 2024, LPPM Undang Pakar Antropologi Tobat
Rabu (4/12/2024 ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan seminar,”Prospek Penelitian Keagamaan dan Keberagaman di Indonesia Kontemporer: dari Isu Radikalisme hingga Multikulturalisme.”
Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Research Days 2024. Kegiatan yang digelar secara luring di Amphiteatre lantai 4 Gedung Rektorat ini menghadirkan Dr. phil. Suratno Muchoeri, akademisi Universitas Paramadina sekaligus Ketua The Lead Institute.
Suratno merupakan doktor alumni Goethe University Frankfurt, Jerman, dengan judul disertasi,”Transformation of Jihad: Deradicalization and Disangagement of Muslim Extremists in Contemporary Indonesia.” Disertasi ini mengkaji bagaimana para teroris yang sudah bertobat, sehinga Suratno dikenal sebagai ahli antropologi tobat.
Koordinator Pusat Penelitian dan Rumah Jurnal, Tasnim menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta selama rangkaian Research Days 2024.
Menurut Tasnim tema ini dipilih untuk memberikan pemahaman lebih mendalam terkait dinamika keagamaan dan keberagaman yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.
Ketua LPPM, Fridiyanto mengatakan pentingnya peran penelitian sebagai upaya mendorong harmoni sosial, ia menjelaskan komitmen LPPM dalam menghadirkan suasana akademis di lingkungan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. “Penelitian berbasis keagamaan dan keberagaman bukan hanya relevan, tetapi juga menjadi fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang damai dan inklusif,” ujar Fridiyanto.
Suratno membahas implikasi penelitian tentang radikalisme dan multikulturalisme dalam konteks global dan lokal. Ia menjelaskan bahwa pendekatan penelitian yang inklusif diperlukan untuk menjembatani perbedaan antar kelompok masyarakat. “Multikulturalisme adalah tantangan, tetapi juga peluang untuk menciptakan kohesi sosial,” ungkapnya.
Peserta yang hadir terdiri dari dosen, mahasiswa, dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Mereka tampak antusias mengikuti sesi diskusi, yang membahas berbagai isu seperti pola radikalisasi di era digital, tantangan pluralisme di Indonesia, hingga strategi pendidikan multikultural.
Beberapa peserta juga mengajukan pertanyaan terkait implementasi hasil penelitian dalam kebijakan publik.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga momentum untuk memperkuat jejaring penelitian antar lembaga dan antar peneliti. Sebagai bagian dari Research Days 2024, kegiatan ini berhasil mengukuhkan komitmen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam mempromosikan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Editor: doni