UIN STS Jambi Dorong Penguatan Kampus Inklusif Melalui  Optimalisasi Keterlibatan Volunteer Mahasiswa Difabel

UIN STS Jambi Dorong Penguatan Kampus Inklusif Melalui Optimalisasi Keterlibatan Volunteer Mahasiswa Difabel

Berita 2 menit baca 305 kali dilihat

UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berupaya meningkatkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif. Salah satu langkah yang diambil adalah melibatkan volunteer mahasiswa difabel untuk mendukung aksesibilitas bagi seluruh mahasiswa. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas UIN STS Jambi menggelar rapat koordinasi secara daring pada Jumat, 28 Februari 2025.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas UIN STS Jambi, Nisaul Fadillah, M.Si., PhD, dan dihadiri oleh puluhan volunteer yang memiliki peran penting dalam mendukung mahasiswa difabel di kampus. Kegiatan ini berlangsung secara online via Zoom. Beberapa poin penting dibahas adalah prestasi UIN Jambi yang berhasil masuk dalam daftar 7 besar kampus inklusif dunia (UNESA Dimetric Award 2024). Pencapaian ini tidak terlepas dari peran aktif volunteer dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aksesibel bagi mahasiswa difabel.

Selain itu, rapat juga menyoroti adanya efisiensi anggaran dari pemerintah. Meskipun terdapat keterbatasan dalam pendanaan, hal ini diharapkan tidak menyurutkan semangat volunteer untuk tetap memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa difabel.

Pembahasan selanjutnya menekankan pentingnya optimalisasi peran volunteer dalam berbagai aspek. Dengan memaksimalkan fungsi dan kontribusi mereka, mahasiswa difabel dapat memperoleh akses serta dukungan yang lebih baik dalam menjalani perkuliahan. Volunteer harus banyak terlibat dalam proses pendampingan di kelas maupun di luar kelas. Keberadaan volunteer sangat krusial dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Selain itu, diperkenalkan pula skema baru yang memungkinkan peran volunteer diklaim sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (Kukerta). Inisiatif ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan inklusi, sekaligus memberikan manfaat akademik bagi mereka yang berpartisipasi.

Rapat ini juga merupakan pra pembekalan yang akan dilaksanakan pada 4 Maret 2025, dengan menghadirkan pemateri praktisi dari Pusat Layanan Disabilitas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran volunteer serta memastikan keberlanjutan program inklusi di UIN STS Jambi. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan kampus dapat terus berkembang menjadi lingkungan yang ramah dan mendukung bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.

Editor: Doni

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.